Pengamat Militer: Penempatan Prajurit TNI di Misi UNIFIL Libanon Perlu Dievaluasi

M Ilham Ramadhan Avisena
26/4/2026 19:31
Pengamat Militer: Penempatan Prajurit TNI di Misi UNIFIL Libanon Perlu Dievaluasi
Prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang gugur dalam misi UNIFIl di Libanon.(Dok. Antara)

GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia di wilayah konflik tersebut. Situasi keamanan yang kian tidak menentu dinilai menuntut langkah evaluasi menyeluruh, bukan sekadar penyesuaian teknis di lapangan.

Pengamat militer sekaligus pendiri Centra Initiative, Al Araf, menilai insiden yang menewaskan prajurit TNI harus dilihat sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Ia mengatakan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. "Indonesia harus mengecam terhadap negara yang melakukan serangan kepada tentara Indonesia dalam misi perdamaian itu, yakni untuk yang kemarin, mengecam Israel," ujarnya saat dihubungi, Minggu (26/4). 

Menurutnya, langkah diplomatik tidak cukup berhenti pada kecaman. Pemerintah juga perlu mendorong proses investigasi internasional atas insiden tersebut. Hal ini penting untuk memastikan akuntabilitas pihak yang bertanggung jawab, sekaligus menjaga integritas misi perdamaian global.

"Indonesia harus mendesak adanya proses investigasi terhadap kasus kasus tersebut karena hal itu jelas melanggar norma hukum internasional yang ada dimana pasukan perdamaian bukan dan tidak boleh jadi target sasaran serangan," kata Al Araf.

Ia menilai, situasi di Libanon dan kawasan Timur Tengah secara umum saat ini berada dalam kondisi yang sangat dinamis dan berisiko tinggi. Karena itu, evaluasi terhadap penempatan pasukan Indonesia menjadi hal yang tidak bisa ditunda.

Menurut Al Araf, evaluasi tersebut tidak hanya mencakup aspek teknis di lapangan, tetapi juga keputusan strategis terkait keberlanjutan misi.

"Pemerintah dan DPR segera mengevaluasi pasukan tni di Libanon khususnya di masa kondisi yang tidak menentu di Libanon dan timur tengah mungkin ada baiknya indonesia mempertimbangkan untuk menarik pasukannya dari sana," ujarnya.

Wacana penarikan pasukan TNI di UNIFIL, menurutnya, perlu dipertimbangkan secara serius dengan melihat eskalasi konflik yang terus meningkat. Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait pengiriman pasukan ke wilayah konflik lain.

Al Araf secara khusus menyoroti wacana pengiriman pasukan ke Gaza dalam misi bantuan operasi perdamaian. Ia menilai langkah tersebut berisiko tinggi dan belum memiliki dasar yang jelas.

"Pada saat bersamaan indonesia jangan kirim pasukan ke gaza dalam misi BOP karena itu sangat berbahaya dan tidak jelas landasan pengirimannya," tuturnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya