Praka Riko Pramudia Gugur di Libanon, Komisi I DPR Desak PBB Evaluasi Total Perlindungan UNIFIL

Rahmatul Fajri
25/4/2026 19:49
Praka Riko Pramudia Gugur di Libanon, Komisi I DPR Desak PBB Evaluasi Total Perlindungan UNIFIL
Praka Rico, prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Libanon(Dok. Antara)(Dok.Antara)

WAKIL  Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon. Wafatnya Praka Rico menambah daftar panjang prajurit Indonesia yang gugur menjadi empat orang akibat eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Sukamta menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit merupakan bentuk nyata komitmen konstitusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Namun, ia mengingatkan bahwa keselamatan personel tidak boleh diabaikan di tengah dinamika konflik antara militer Israel dan kelompok Hizbullah.

"Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius. Serangan di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan eskalasi signifikan yang menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi," ujar Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4/2026).

Kronologi Gugurnya Praka Rico

Praka Rico Pramudia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif akibat luka berat. Ia menjadi korban ledakan peluru kendali yang menghantam markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Rabu (29/3) lalu.

Insiden yang diduga melibatkan serangan militer Israel tersebut sebelumnya juga menewaskan Praka Farizal Rhomadhon serta melukai dua anggota TNI lainnya, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.

Secara total, misi UNIFIL kali ini telah merenggut empat nyawa prajurit TNI. Selain Praka Rico dan Praka Farizal, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan juga gugur setelah konvoi logistik mereka dihantam ledakan di dekat Bani Hayyan sehari setelah insiden pertama.

Desak Investigasi Transparan

Politisi Fraksi PKS ini mendorong PBB untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan di lapangan agar sesuai dengan realitas ancaman saat ini.

"Kami mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Selain itu, diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini guna memastikan adanya pertanggungjawaban," tegas Legislator asal Dapil DIY tersebut

Pemerintah Diminta Tinjau Pola Penugasan

Mengenai tewasnya Praka Rico Pramuria,  tak hanya kepada PBB, Sukamta juga mendesak Pemerintah Indonesia untuk melakukan peninjauan komprehensif terkait aspek keamanan dan pola penugasan prajurit di zona merah.

"Pemerintah perlu melakukan peninjauan tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif stabilitas global. Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat bahwa perdamaian memerlukan sistem perlindungan yang kuat," tambahnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya