TNI di Libanon Perlu Perkuat Proteksi

M Ilham Ramadhan Avisena
26/4/2026 20:52
TNI di Libanon Perlu Perkuat Proteksi
Ilustrasi(Antara)

KEMATIAN prajurit TNI dalam misi perdamaian di Libanon dinilai tak serta merta menjadi titik untuk menarik pasukan. Langkah tersebut dianggap kurang tepat di tengah dinamika yang sedang berkembang.

Pemerhati pertahanan Fauzan Malufti menilai pemerintah perlu tetap mempertahankan komitmen Indonesia dalam misi perdamaian internasional, khususnya di bawah mandat United Nations Interim Force in Lebanon.

Menurutnya, kehadiran pasukan penjaga perdamaian justru semakin dibutuhkan di tengah eskalasi konflik yang belum mereda di Lebanon.

"Keputusan pemerintah untuk tidak menarik pasukan perdamaian TNI dari Lebanon adalah keputusan yang tepat. Gugurnya dan terlukanya prajurit kita memang harus menjadi bahan evaluasi, tapi di sisi lain kita juga harus menjaga komitmen kita dalam misi perdamaian PBB, terlebih lagi saat ini kehadiran UNIFIL di Lebanon justru semakin dibutuhkan mengingat konflik yang terus terjadi," ujarnya saat dihubungi, Minggu (26/4). 

Ia menekankan, nsiden yang menimpa prajurit TNI harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan, bukan justru mengurangi peran Indonesia di panggung global.

Dalam pandangannya, langkah relokasi pasukan yang telah dilakukan pemerintah perlu dilengkapi dengan peningkatan aspek keamanan di lapangan. Fauzan menyebut sejumlah opsi yang dapat dipertimbangkan, seperti penambahan infrastruktur perlindungan bagi personel.

"Selain pemindahan lokasi penempatan pasukan, evaluasi yang bisa dilakukan, misalnya apakah diperlukan sistem atau infrastruktur proteksi tambahan, seperti kendaraan lapis baja atau bunker tambahan, untuk kontingen kita di Libanon, termasuk untuk kontingen selanjutnya yang akan kita kirimkan. Tentu ini juga perlu dikoordinasikan dengan pihak UNIFIL/PBB," katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi yang lebih intensif dengan kontingen dari negara lain yang tergabung dalam misi tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas negara dapat memperkuat sistem keamanan kolektif bagi pasukan penjaga perdamaian di lapangan.

Di sisi lain, kondisi di Libanon dinilai menjadi refleksi bagi Indonesia untuk meninjau kembali kesiapan pasukan dalam berbagai misi perdamaian di wilayah lain. Evaluasi tidak hanya perlu dilakukan pada satu lokasi, tetapi juga pada keseluruhan postur pasukan yang ditempatkan di luar negeri.

Ia menilai, pengalaman di Libanon dapat menjadi pelajaran penting dalam merumuskan kebijakan ke depan, termasuk jika Indonesia mempertimbangkan pengiriman pasukan ke wilayah konflik lain.

"Kondisi di Libanon juga menjadi pengingat bagi kita untuk secara aktif mengevaluasi postur pasukan dan kondisi keamanan di misi-misi perdamaian lainnya, termasuk kalau kita jadi mengirimkan pasukan ke Gaza di bawah Board of Peace," ujarnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya