Indonesia Tunggu Investigasi Lengkap Insiden TNI di Libanon

Ferdian Ananda Majni
08/4/2026 23:49
Indonesia Tunggu Investigasi Lengkap Insiden TNI di Libanon
Peserta mengikuti aksi Berjuta Doa untuk Syuhada di seberang Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Minggu (5/4/2026).(MI/Usman Iskandar)

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan Israel di wilayah selatan Libanon yang dinilai meningkatkan risiko keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Sikap tersebut disampaikan setelah Kemenlu RI menerima laporan awal hasil investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI pada akhir Maret 2026. 

Pemerintah Indonesia pun mendesak PBB untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas serangkaian serangan terhadap personel TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian UNIFIL.

Pelaksana Tugas Direktur Perdamaian dan Keamanan Internasional Kemenlu RI, Veronica Rompis, menyatakan bahwa pemerintah telah menerima hasil awal investigasi atas dua insiden yang terjadi pada 29 dan 30 Maret. 

"Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (8/4).

Ia menegaskan bahwa Indonesia juga mendorong agar pihak-pihak yang bertanggung jawab segera diadili dan dimintai pertanggungjawaban. 

Veronica menambahkan bahwa laporan yang diterima saat ini masih bersifat sementara, sehingga pemerintah masih menunggu hasil penyelidikan akhir.

Menurutnya, apabila hasil investigasi final sejalan dengan temuan awal yang mengarah pada keterlibatan militer Israel, Indonesia siap mengambil langkah diplomatik yang tegas. 

 Kami menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," sebutnya.

Pemerintah Indonesia juga akan meminta PBB untuk mendesak otoritas terkait agar melakukan penyelidikan, penuntutan, serta memastikan akuntabilitas penuh bagi para pelaku.

Lebih lanjut, Veronica menilai insiden tersebut tidak terlepas dari memburuknya situasi keamanan di Libanon. 

"Insiden-insiden ini tidak terlepas dari memburukya situasi di Libanon. Indonesia terus mengtuk keras serangan Israel di Libanon Selatan yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh personel pemelihara perdamaian PBB," tambahnya.

Berdasarkan temuan awal PBB, insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam waktu berbeda diduga berasal dari proyektil tank milik Israel, serta kemungkinan juga dipicu oleh jebakan peledak yang dikaitkan dengan kelompok Hezbollah. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya