Pengamat: Risiko Pasukan PBB di Libanon Meningkat, Perlu Evaluasi Menyeluruh

Dhika Kusuma Winata
13/4/2026 23:17
Pengamat: Risiko Pasukan PBB di Libanon Meningkat, Perlu Evaluasi Menyeluruh
Ilustrasi(Antara)

ESKALASI konflik di Libanon dinilai semakin meningkatkan ancaman terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB. Insiden berulang yang melibatkan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menjadi sinyal situasi di lapangan kian berbahaya.

Pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah menilai memburuknya kondisi keamanan tidak lepas dari dinamika konflik.

Menurutnya, terdapat potensi tindakan militer Israel menjadi semakin agresif, bahkan melanggar hukum internasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada ruang gerak pasukan penjaga perdamaian.

"Pasukan Israel diperkirakan akan semakin brutal dan melanggar hukum internasional. Dengan demikian, UNIFIL akan semakin sulit menjalankan tugasnya dan berpotensi bertambah konflik dengan prajurit Israel di lapangan," kata Rezasyah ketika dihubungi, Senin (13/4).

Melihat situasi tersebut, Rezasyah menilai PBB harus segera mengambil langkah konkret. Sikap proaktif PBB untuk evaluasi menyeluruh keberadaan dan efektivitas UNIFIL dinilai mendesak dilakukan.

“PBB perlu proaktif mengevaluasi keberadaan UNIFIL, memonitor akar masalah pelanggaran, dan mengumumkan hasilnya secara cepat serta berkekuatan hukum,” ujar Rezasyah.

Di tengah meningkatnya ketegangan, keselamatan pasukan penjaga perdamaian menjadi taruhan besar, sekaligus ujian bagi efektivitas peran PBB dalam menjaga stabilitas kawasan.

Menurut Rezasyah, ada potensi penolakan dari Israel terhadap keberadaan UNIFIL di wilayah konflik yang juga perlu diantisipasi agar fungsi pengawasan internasional tidak melemah.

"PBB hendaknya mewaspadai potensi Israel yang menolak keberadaan UNIFIL. Agar usaha penjajahan yang dilakukannya tidak semakin langgeng dan situasinya tidak terawasi," pungkasnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya