Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUMUMAN gencatan senjata antara Israel dan Libanon resmi diberlakukan malam ini. Namun, alih-alih disambut dengan suka cita, kesepakatan ini justru diiringi sirene peringatan roket dan gelombang skeptisisme dari warga Israel yang merasa pemerintah mereka telah "berbohong".
Sesaat sebelum gencatan senjata dimulai, sirene meraung tiga kali di komunitas utara Israel. Sistem pertahanan udara Nahariya bekerja keras mencegat roket-roket kiriman Hizbullah. Tim medis melaporkan setidaknya tiga orang terluka akibat serpihan peluru, dengan dua di antaranya dalam kondisi serius.
Banyak pihak di Israel melihat gencatan senjata ini sebagai bentuk ketundukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terhadap desakan Presiden AS, Donald Trump. Pengumuman ini mengejutkan banyak pihak, bahkan di dalam kabinet keamanan Israel sendiri.
Laporan media menyebutkan Netanyahu memanggil kabinet keamanan hanya lima menit sebelum pengumuman resmi dibuat, tanpa memberikan kesempatan kepada para menteri untuk memberikan suara.
Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf IDF dan pemimpin partai Yashar, melontarkan kritik tajam. "Sebuah pola telah berkembang di mana gencatan senjata dipaksakan kepada kita, di Gaza, di Iran, dan sekarang di Libanon. Netanyahu tidak tahu bagaimana mengubah pencapaian militer menjadi keuntungan diplomatik," tegasnya.
Di garis depan utara, warga merasa kesepakatan ini tidak menyelesaikan akar masalah. "Saya merasa pemerintah berbohong kepada kami," ujar Gal, seorang mahasiswa di Nahariya. Sementara itu, Maor, 32, seorang pengemudi truk, menyatakan kekecewaannya karena militer berhenti tepat saat mereka dianggap meraih kemajuan signifikan.
Sentimen senada disampaikan Moshe Davidovich, kepala dewan regional Mateh Asher. "Perjanjian mungkin ditandatangani dengan dasi di Washington, tetapi harganya dibayar dengan darah dan kehancuran rumah di Israel utara. Penduduk utara bukanlah figuran dalam pertunjukan humas internasional," ketusnya kepada media lokal.
Menanggapi kritik tersebut, Netanyahu menegaskan dirinya tidak memberikan konsesi besar di lapangan. Ia menolak dua syarat utama Hizbullah, penarikan penuh pasukan dan prinsip "ketenangan demi ketenangan".
"Kami tetap berada di Libanon di zona keamanan yang dipertebal. Kami ada di sana, dan kami tidak akan pergi," kata Netanyahu. Ia menegaskan bahwa Israel tetap memegang hak untuk mengambil tindakan membela diri kapan saja terhadap ancaman yang dianggap mendesak.
Manuver Trump dan Harapan Gencatan Senjata
Kesepakatan ini muncul saat negosiasi AS dengan Iran mulai goyah. Presiden Trump sebelumnya menyatakan ingin menciptakan "ruang bernapas" antara Israel dan Libanon. Padahal, jajak pendapat Channel 12 menunjukkan hampir 80% warga Israel justru mendukung serangan lanjutan untuk benar-benar melumpuhkan Hizbullah.
Meskipun kesepakatan tertulis telah berlaku, mayoritas warga Israel melihat gencatan senjata ini bukanlah akhir dari konflik, melainkan bukti nyata bahwa tujuan perang sekutu utama mereka di Washington tidak selalu sejalan dengan kepentingan nasional Israel. (BBC/Z-2)
PEMIMPIN oposisi Israel Yair Lapid mengumumkan rencana bergabung dengan mantan perdana menteri Naftali Bennett dalam pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Ketegangan di Libanon Selatan meningkat setelah serangan udara Israel menewaskan 14 warga sipil. PM Netanyahu sebut Hizbullah melanggar gencatan senjata.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
Lonjakan kasus kanker prostat yang diderita Benjamin Netanyahu secara signifikan kini terlihat di wilayah Asia, termasuk Indonesia.
Sekitar 60% kasus kanker prostat ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun. Risiko meningkat drastis seiring bertambahnya usia.
Kantor Perdana Menteri Israel menjelaskan bahwa Netanyahu menjalani pengobatan di Pusat Medis Hadassah, Yerusalem.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved