Di Balik Gencatan Senjata, Israel Pertahankan Pasukan di Libanon

Ferdian Ananda Majni
17/4/2026 12:53
Di Balik Gencatan Senjata, Israel Pertahankan Pasukan di Libanon
Presiden AS Donald Trump (kanan) mendengarkan pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, DC, pada 4 Februari 2025.( ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui gencatan senjata 10 hari dengan Libanon, namun menegaskan pasukan Israel tetap bertahan di zona keamanan di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan video, Netanyahu menjelaskan bahwa keberadaan militer Israel di Libanon ditujukan untuk menjaga stabilitas dan mencegah ancaman keamanan.

"Kami akan tetap berada di zona keamanan 10 kilometer, yang akan memungkinkan kami untuk mencegah infiltrasi ke dalam komunitas dan tembakan rudal anti-tank," ujarnya.

"Kami tetap berada di Libanon di zona keamanan yang diperluas, jauh lebih kuat, jauh lebih ampuh, jauh lebih berkelanjutan, dan jauh lebih solid daripada yang kita miliki sebelumnya," lanjutnya.

Netanyahu menyebut gencatan senjata tersebut sebagai peluang untuk membuka ruang dialog lebih lanjut dengan Libanon. Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengundangnya bersama Presiden Libanon Joseph Aoun untuk bertemu di Washington DC.

Namun sebelumnya, Aoun dilaporkan menolak berpartisipasi dalam komunikasi langsung dengan Netanyahu, dengan alasan operasi militer Israel yang masih berlangsung di Libanon.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan dua tuntutan utama Israel dalam proses negosiasi tersebut.

"Dalam pembicaraan ini, kami memiliki dua tuntutan, pelucutan senjata Hizbullah (dan) kesepakatan perdamaian berkelanjutan dari posisi yang kuat," katanya.

Ia juga menilai gencatan senjata sementara ini dapat membuka peluang tercapainya kesepakatan damai yang lebih luas.

"Kita memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan perdamaian bersejarah dengan Libanon," ujar Netanyahu.

Meski demikian, Netanyahu menolak dua syarat yang diajukan oleh Hizbullah, yakni penarikan penuh pasukan Israel dari Libanon serta gencatan senjata berdasarkan prinsip saling menahan diri tanpa syarat tambahan. (CNN/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya