Menteri Israel Marah Netanyahu Umumkan Gencatan Senjata tanpa Voting

Ferdian Ananda Majni
17/4/2026 11:05
Menteri Israel Marah Netanyahu Umumkan Gencatan Senjata tanpa Voting
Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

INTERNAL pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memanas. Sejumlah menteri menyatakan ketidakpuasan mendalam atas pengumuman gencatan senjata di Libanon yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tanpa melalui mekanisme pemungutan suara (voting) di kabinet.

Ketegangan ini mencuat setelah Netanyahu dilaporkan hanya menyampaikan informasi krusial tersebut kepada jajaran kabinet keamanannya melalui panggilan telepon singkat pada Kamis (16/4). Langkah ini dinilai melangkahi prosedur lazim dalam pengambilan keputusan strategis militer.

Keputusan Kilat via Telepon

Menurut laporan media Israel Yedioth Ahronoth, percakapan telepon tersebut hanya berlangsung beberapa menit. Netanyahu disebut hanya menyampaikan keputusan bahwa gencatan senjata akan mulai berlaku pada tengah malam atas permintaan langsung dari Presiden Trump.

Laporan tersebut menekankan bahwa para menteri merasa geram karena tidak mendapatkan pemberitahuan awal maupun kesempatan untuk memberikan masukan. Sementara itu, stasiun televisi lokal KAN menyebut Netanyahu tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan penjelasan rinci mengenai butir-butir kesepakatan tersebut kepada kabinetnya.

Kritik Tajam dari Oposisi

Kebijakan sepihak ini juga memicu gelombang kritik dari tokoh-tokoh oposisi Israel. Pemimpin oposisi, Yair Lapid, mengungkapkan kekecewaannya melalui platform X.

"Ini bukan pertama kali janji pemerintahan ini gagal di kenyataan," tulis Lapid, menyindir inkonsistensi kebijakan pemerintah.

Kritik lebih keras datang dari Avigdor Lieberman yang menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang merugikan kedaulatan negara. "Gencatan senjata di Libanon adalah pengkhianatan terhadap penduduk di wilayah Israel bagian utara," tegasnya.

Gencatan Senjata 10 Hari

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa Israel dan Libanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Kesepakatan ini dicapai setelah mediasi intensif di Washington DC pada Selasa (14/4).

"Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun dari Libanon dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel. Kedua pemimpin sepakat memulai gencatan senjata selama 10 hari," tulis Trump.

Konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Libanon meningkat sejak 2 Maret. Serangan udara dan operasi darat Israel di wilayah selatan Libanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi. Meski gencatan senjata diumumkan, pasukan Israel dilaporkan tetap berada di posisi mereka saat ini di wilayah perbatasan.

Catatan Redaksi: Gencatan senjata ini merupakan jeda kemanusiaan pertama yang signifikan sejak eskalasi besar bulan Maret, meskipun stabilitasnya masih diragukan akibat penolakan dari faksi internal pemerintahan Israel sendiri. (Anadolu/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya