IDAI Ingatkan Bahaya Mikroplastik dan Logam Berat pada Anak

Basuki Eka Purnama
07/4/2026 16:49
IDAI Ingatkan Bahaya Mikroplastik dan Logam Berat pada Anak
Ilustrasi(Freepik)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan serius mengenai kerentanan anak-anak terhadap paparan zat berbahaya di lingkungan, khususnya mikroplastik dan logam berat seperti timbal. Kondisi fisik dan perilaku khas anak-anak menjadikan mereka kelompok yang paling berisiko dibandingkan orang dewasa.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, Dr. dr. Irene Yuniar, Sp.A, Subsp ETIA(K), menjelaskan bahwa polutan ini dapat masuk ke tubuh anak melalui berbagai media, mulai dari air, udara, hingga tanah.

Mengapa Anak-Anak Lebih Berisiko?

Menurut Irene, ada beberapa faktor fundamental yang menyebabkan anak-anak berada dalam posisi rentan. Secara fisik, tubuh anak-anak masih dalam masa perkembangan dengan berat badan yang lebih kecil, sehingga konsentrasi zat asing dalam tubuh mereka menjadi lebih tinggi.

"Anak-anak sering memasukkan macam-macam ke mulut. Selain itu, kemampuan detoksifikasi atau menetralisir zat berbahaya dalam tubuh anak belum sekuat orang dewasa," ujar Irene dalam acara IDAI di Jakarta, Senin (6/4).

Sumber paparan ini sering kali ditemukan di lingkungan terdekat mereka, termasuk tempat bermain. Logam berat seperti timbal, misalnya, banyak ditemukan pada cat dinding yang terkelupas, tanah, serta area bermain yang tidak terawat.

Dampak Kesehatan Jangka Pendek dan Panjang

Paparan zat berbahaya ini tidak bisa disepelekan karena menyerang berbagai sistem organ vital. Dalam jangka panjang, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan kemampuan kognitif dan kualitas hidup anak di masa depan.

Kategori Dampak Masalah Kesehatan yang Ditimbulkan
Kesehatan Fisik Anemia, gangguan ginjal, dan keterlambatan pertumbuhan fisik.
Sistem Saraf Gangguan saraf pusat dan perifer.
Fungsi Kognitif Penurunan konsentrasi, berkurangnya kemampuan belajar, hingga penurunan skor IQ.

Irene, yang juga bertugas di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta, menekankan pentingnya kesadaran orang tua untuk memantau lingkungan bermain anak guna meminimalisir risiko paparan zat-zat toksik tersebut demi menjaga tumbuh kembang yang optimal. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya