IDAI Imbau Orangtua Pilih Mainan Bahan Kayu hingga Tanah Liat untuk Kurangi Mikroplastik

Putri Rosmalia Octaviyani
07/4/2026 16:42
IDAI Imbau Orangtua Pilih Mainan Bahan Kayu hingga Tanah Liat untuk Kurangi Mikroplastik
Ilustrasi mainan anak yang terbuat dari kayu.(Dok. Freepik)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan imbauan penting bagi para orangtua untuk lebih selektif dalam memilih mainan anak. Langkah ini diperlukan guna menekan risiko paparan mikroplastik dan zat kimia berbahaya yang sering terkandung dalam material plastik.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menekankan bahwa keamanan produk harus menjadi prioritas utama sebelum orang tua memutuskan untuk membeli mainan bagi buah hati mereka.

“Biasakan membaca konten dari mainan yang digunakan oleh anak-anak kita,” ujar dr. Piprim usai acara media briefing di Balai Budaya, Jakarta, Senin (6/4).

Pentingnya Jaminan Keamanan Tertulis

Dr. Piprim mengingatkan agar orangtua tidak hanya melihat bentuk atau warna mainan, tetapi juga memastikan adanya jaminan keamanan yang jelas dari produsen. Hal ini sangat krusial, terutama untuk produk-produk yang berbahan dasar plastik agar anak terhindari dari bahaya mikroplastik.

“Pastikan standar keamanannya seperti apa, apakah ada jaminan keamanan dari produsen secara tertulis,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa material plastik dapat mengalami perubahan struktur kimia yang berbahaya jika terpapar suhu tinggi. “Kalau plastik dipanaskan, itu tentu bisa berbahaya,” tambahnya, merujuk pada potensi pelepasan zat toksik yang bisa masuk ke tubuh anak.

Orangtua disarankan mempertimbangkan mainan dari bahan alternatif yang lebih alami, seperti kayu atau tanah liat, yang dinilai jauh lebih aman dari risiko kontaminasi mikroplastik.

Dorong Kreativitas Lewat Bahan Alami

Selain faktor keamanan, penggunaan bahan alami seperti kayu dan tanah liat dianggap memiliki nilai tambah bagi perkembangan anak. Indonesia, menurut dr. Piprim, memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri mainan berbasis bahan alam.

“Indonesia tidak kekurangan kayu, dan banyak bahan lain seperti tanah liat yang bisa digunakan,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa bermain dengan bahan alam dapat merangsang kreativitas anak secara lebih efektif.

“Jangan takut anak kotor, karena itu bisa merangsang kreativitas,” ujarnya menyemangati para orang tua agar tidak ragu memberikan media bermain yang lebih organik.

Inovasi Produsen Mainan

Di akhir keterangannya, dr. Piprim menekankan perlunya inovasi dari sisi produsen. Industri mainan diharapkan mulai mengurangi ketergantungan pada bahan plastik dan beralih ke material yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan anak.

“Perlu inovasi agar tidak terus bergantung pada bahan plastik yang berpotensi berbahaya,” pungkasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya