IDAI Ingatkan Bahaya Mikroplastik pada Anak Sejak dalam Kandungan

Putri Rosmalia Octaviyani
07/4/2026 16:30
IDAI Ingatkan Bahaya Mikroplastik pada Anak Sejak dalam Kandungan
Ilustrasi mikroplastik.(Dok. Freepik)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan peringatan serius bagi para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko paparan mikroplastik pada anak. Temuan terbaru menunjukkan bahwa partikel plastik berukuran mikro ini bahkan sudah terdeteksi pada bayi yang baru lahir.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan bahwa mikroplastik ditemukan pada mekonium atau tinja pertama bayi baru lahir. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa paparan mikroplastik dapat terjadi sejak bayi masih berada di dalam kandungan.

“Di darah ibu yang cukup tinggi mikroplastiknya, itu bisa disalurkan melalui plasenta, kemudian sampai ke bayi dan jadi mekonium bayi,” ujar dr. Piprim dalam acara media briefing IDAI di Balai Budaya, Jakarta, Senin (6/4).

Ancaman yang Sulit Terurai

Menurut dr. Piprim, bukti sains menunjukkan bahwa mikroplastik bersifat persisten atau tidak dapat didegradasi secara alami. Sekali masuk ke dalam sistem tubuh atau lingkungan, partikel tersebut akan terus ada dan berpotensi mengganggu kesehatan dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, IDAI mendorong para orang tua untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam menggunakan peralatan sehari-hari, terutama yang bersentuhan langsung dengan asupan makanan dan minuman anak.

Hindari penggunaan wadah berbahan plastik untuk memanaskan makanan atau minuman. Proses pemanasan pada material plastik dapat meningkatkan peluang pelepasan mikroplastik yang kemudian masuk ke dalam tubuh.

Langkah Pencegahan dan Kajian Lanjutan

Meskipun data primer mengenai bahaya mikroplastik pada bayi di Indonesia masih terbatas, IDAI menegaskan bahwa kesadaran (awareness) harus dibangun sejak dini. Saat ini, organisasi profesi dokter anak tersebut tengah melakukan kajian mendalam untuk menyusun rekomendasi resmi.

“Kami masih mengkaji ini seperti apa rekomendasinya. Nanti akan kami sampaikan kalau bukti-buktinya sudah cukup,” tambah dr. Piprim.

Ia juga berpesan agar orang tua tidak berhenti memperbarui pengetahuan mereka mengenai isu kesehatan lingkungan. "Menjadi orang tua, kita juga tidak boleh lepas dari ilmu pengetahuan," pungkasnya.

Hingga saat ini, IDAI terus mengumpulkan data sekunder dan bukti ilmiah tambahan guna menyiapkan langkah pencegahan serta penanggulangan yang efektif terhadap ancaman mikroplastik bagi generasi mendatang. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya