Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Semarang menegaskan komitmennya memperkuat berbagai program pengendalian pencemaran, terutama terkait ancaman mikroplastik yang kembali menjadi sorotan setelah publikasi riset ECOTON–SIEJ.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut persoalan mikroplastik telah memasuki fase kritis dan harus ditangani dengan pendekatan menyeluruh karena berdampak langsung pada kesehatan masyarakat serta kualitas lingkungan.
“Kontaminasi mikroplastik pada air minum, udara, dan lingkungan perkotaan kini menjadi isu strategis. Seluruh instrumen kebijakan harus bergerak bersama untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di Kota Semarang,” ujarnya.
Agustina menjelaskan bahwa Pemkot Semarang telah menjalankan sejumlah program strategis, terutama terkait pengelolaan sampah sebagai sumber utama mikroplastik. Pembatasan plastik sudah diterapkan melalui Perwali No. 27/2019, diikuti penguatan pengurangan sampah rumah tangga lewat SE Wali Kota No. B/194/600.1.17.3/I/2024.
Gerakan pilah sampah dari rumah juga dipacu melalui SE Wali Kota No. B/576/600.4.15/III/2025, untuk memperkuat sistem pengelolaan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Selain itu, Pemkot mendorong pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif Petasol melalui Perwali No. 7/2025, menggunakan teknologi pirolisis yang diyakini dapat menekan potensi pembentukan mikroplastik.
Instruksi percepatan pengelolaan sampah turut ditegaskan melalui Instruksi Wali Kota No. 1/2024 dengan menggandeng OPD terkait.
Berbagai program tambahan terus digalakkan, seperti Bank Sampah, ProKlim, sekolah Adiwiyata, serta program tukar sampah plastik di kawasan car free day. Semua diarahkan untuk mengurangi risiko mikroplastik di lingkungan Kota Semarang.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kota Semarang 2024 berada di angka 59,41%, yang menurut Agustina menunjukkan perlunya penguatan kualitas udara, air, dan pengelolaan residu plastik. Tema pembangunan 2026 yang menekankan peningkatan kualitas lingkungan menjadi momentum memasukkan isu mikroplastik secara lebih mendalam dalam perencanaan kota, dengan target IKLH 2026 sebesar 67,52%.
Sejumlah inovasi kini disiapkan untuk percepatan penanganan mikroplastik, antara lain:
Program percontohan filtrasi mikroplastik untuk kawasan padat penduduk yang menggunakan air PDAM dan sumur gali.
Pemasangan sensor partikulat mikroplastik di titik lalu lintas padat untuk penyediaan data real-time sebagai mitigasi cepat kualitas udara.
“Seluruh langkah ini perlu indikator yang terukur. Kami memastikan pelaporan tetap transparan dan penggunaan Dana Insentif Fiskal dilakukan secara akuntabel,” tegas Agustina.
Dengan penguatan multiprogram secara sistematis, Pemkot Semarang menargetkan pengurangan mikroplastik yang signifikan sekaligus peningkatan kualitas lingkungan hidup kota.(H-1)
IDAI menyarankan orang tua beralih ke mainan berbahan kayu atau tanah liat guna menghindari risiko paparan mikroplastik dari bahan plastik berbahaya.
IDAI memperingatkan kerentanan anak terhadap mikroplastik dan timbal yang dapat memicu gangguan saraf hingga penurunan IQ. Simak penjelasannya.
IDAI mengimbau orang tua waspadai paparan mikroplastik yang ditemukan pada bayi baru lahir. Simak cara meminimalkan risikonya bagi kesehatan anak.
IDAI memperingatkan bahaya mikroplastik yang ditemukan pada mekonium bayi baru lahir. Simak risiko kesehatan dan tips memilih mainan aman untuk anak.
Mikroplastik sendiri merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil (kurang dari 5 mm) yang berasal dari produk konsumen dan limbah industri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved