Waspada, Anak-Anak Lebih Rentan Terpapar Mikroplastik dan Timbal

Putri Rosmalia Octaviyani
07/4/2026 16:34
Waspada, Anak-Anak Lebih Rentan Terpapar Mikroplastik dan Timbal
Ilustrasi mikroplastik.(Dok. Freepik)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperingatkan bahwa anak-anak memiliki tingkat kerentanan yang jauh lebih tinggi terhadap paparan mikroplastik dan logam berat, seperti timbal, dibandingkan orang dewasa. Lingkungan sekitar, mulai dari air, udara, hingga tanah, menjadi jalur utama masuknya zat berbahaya mikroplastik ke dalam tubuh anak.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, Dr. dr. Irene Yuniar, Sp.A, Subsp. ETIA(K), menjelaskan bahwa kondisi biologis dan perilaku khas anak-anak menjadi faktor utama tingginya risiko ini.

“Anak-anak itu masih berkembang, berat badannya lebih kecil, dan sering memasukkan macam-macam ke mulut,” ujar dr. Irene dalam agenda resmi IDAI di Jakarta, Senin (6/4).

Faktor Risiko di Lingkungan Bermain

Selain faktor perilaku hand-to-mouth (kebiasaan memasukkan tangan atau benda ke mulut), lingkungan bermain juga menjadi sumber kontaminasi mikroplastik pada anak yang signifikan. Dr. Irene menyoroti keberadaan timbal yang sering ditemukan pada material di sekitar anak.

“Paparan timbal banyak dari cat yang terkelupas, tanah, juga dari lingkungan bermain anak,” jelas dokter yang juga bertugas di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo tersebut.

Mengapa Anak Lebih Berisiko? 

Tubuh anak-anak belum memiliki kemampuan optimal untuk menetralisir zat asing. Menurut dr. Irene, kemampuan detoksifikasi alami pada anak tidak sekuat orang dewasa, sehingga zat berbahaya yang masuk akan mengendap lebih lama dan merusak sistem organ yang sedang berkembang.

Dampak Jangka Panjang: Gangguan Ginjal hingga Penurunan IQ

Paparan zat berbahaya ini tidak boleh disepelekan karena dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa risiko kesehatan yang mengintai antara lain:

  • Gangguan sistem saraf
  • Anemia
  • Keterlambatan pertumbuhan fisik (stunting)
  • Gangguan fungsi ginjal

Lebih lanjut, dr. Irene menekankan dampak fatal pada kemampuan kognitif anak. Paparan mikroplastik dan logam berat dalam jangka panjang dapat mengganggu konsentrasi dan menurunkan kemampuan belajar.

“Kemampuan belajar bisa berkurang, konsentrasi terganggu, bahkan bisa sampai penurunan IQ,” pungkasnya. IDAI pun mengimbau orang tua untuk lebih selektif dalam mengawasi lingkungan bermain dan kebersihan benda-benda yang sering berinteraksi dengan anak. (Ant/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya