Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR kesehatan National Health Service (NHS) Inggris memberikan panduan mengenai pentingnya deteksi dini Sindrom Turner pada anak perempuan. Kondisi genetik yang memengaruhi sekitar 1 dari 2.500 kelahiran bayi perempuan di seluruh dunia ini sering kali terlambat terdiagnosa karena gejalanya yang halus pada fase awal pertumbuhan.
Berdasarkan data dari Mayo Clinic, tanda-tanda Sindrom Turner sebenarnya sudah dapat diidentifikasi sejak bayi baru lahir. Salah satu ciri fisik yang paling menonjol adalah adanya pembengkakan (lymphedema) pada punggung tangan dan kaki. Selain itu, bayi dengan Sindrom Turner sering kali lahir dengan lipatan kulit yang lebar pada leher (webbed neck) dan posisi telinga yang lebih rendah dari normal.
Masalah pemberian makan juga menjadi indikator awal yang sering dilaporkan. Bayi mungkin menunjukkan kesulitan dalam menghisap atau menelan, yang jika dibiarkan akan menghambat grafik pertumbuhan berat badan ideal pada bulan-bulan pertama kehidupan.
Memasuki usia balita hingga sekolah dasar, ciri utama yang harus diwaspadai orangtua adalah pertumbuhan tinggi badan yang sangat lambat. Anak dengan Sindrom Turner biasanya memiliki tinggi badan yang berada di bawah persentil ke 5 pada kurva pertumbuhan standar.
Selain masalah fisik, Cleveland Clinic mencatat adanya potensi gangguan fungsi jantung dan ginjal yang menyertai kondisi ini. Secara kognitif, anak mungkin mengalami kesulitan dalam tugas-tugas spasial atau matematika, meskipun kemampuan verbal dan tingkat kecerdasan (IQ) mereka umumnya berada dalam rentang normal.
Gejala paling krusial muncul saat anak memasuki usia remaja. Kurangnya hormon estrogen akibat perkembangan ovarium yang tidak sempurna menyebabkan mayoritas anak perempuan dengan Sindrom Turner tidak mengalami pubertas secara alami.
Ketiadaan perkembangan payudara pada usia 13 tahun atau belum dimulainya siklus menstruasi pada usia 15 tahun merupakan alarm medis yang serius. Tanpa intervensi medis berupa terapi hormon, penderita berisiko tinggi mengalami osteoporosis dini dan infertilitas (kemandulan).
Diagnosis dini melalui tes darah karyotype sangat menentukan kualitas hidup pasien. Pakar endokrinologi internasional menekankan bahwa pemberian hormon pertumbuhan sejak usia dini dapat membantu anak mencapai tinggi badan yang lebih optimal.
Selain itu, terapi penggantian estrogen yang dimulai pada masa remaja tidak hanya memicu perkembangan seksual sekunder, tetapi juga menjaga kesehatan jantung dan kepadatan tulang. Kesadaran orang tua untuk memantau grafik pertumbuhan secara rutin di posyandu atau rumah sakit menjadi kunci utama pencegahan komplikasi jangka panjang dari Sindrom Turner. (Mayo Clinic/National Health Service/Cleveland Clinic/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved