IDAI Kecam Kekerasan di Daycare Yogyakarta, Desak Standarisasi Ketat Pengasuhan Anak

M Iqbal Al Machmudi
29/4/2026 18:00
IDAI Kecam Kekerasan di Daycare Yogyakarta, Desak Standarisasi Ketat Pengasuhan Anak
ilustrasi.(MI)

KETUA Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, mengecam keras rentetan fenomena kekerasan terhadap anak yang terjadi belakangan ini, termasuk kasus memprihatinkan yang terjadi di sebuah daycare di Yogyakarta.

Piprim menegaskan bahwa perlakuan keji terhadap anak, seperti diikat dan ditelanjangi, merupakan tindakan yang tidak manusiawi dan sangat tidak bisa diterima dari perspektif medis maupun kemanusiaan.

"Dengan berbagai fenomena tersebut, kita tidak bisa berdiam diri saja. Dibutuhkan upaya sistematis untuk mencegah hal ini, terutama bagaimana agar semua daycare memiliki standarisasi yang benar," kata Piprim dalam media briefing secara daring, Rabu (29/4).

Menurutnya, setiap lembaga pengasuhan anak wajib menyediakan fasilitas yang dapat dipantau langsung, seperti CCTV, agar orang tua memiliki akses terhadap apa yang terjadi pada anaknya.

Orang tua juga diharapkan agar lebih waspada dalam memilih tempat pengasuhan anak. Ia meminta orang tua untuk mengutamakan standar keamanan dan kualitas dibandingkan sekadar tergiur promosi harga.

“Jangan sampai orang tua tergiur oleh promosi atau harga murah tanpa memperhatikan standar keamanan. Intinya, kekerasan pada anak tidak boleh terjadi lagi karena trauma yang dialami anak bisa sangat mendalam dan berbekas hingga dewasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, IDAI menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan orang tua dalam menjaga perlindungan anak. Piprim mengimbau para orang tua untuk tidak ragu mencari bantuan profesional jika menemukan indikasi atau kecurigaan terkait kondisi fisik maupun psikis anak mereka.

“Jika ada kecurigaan, jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter anak, khususnya konsultan tumbuh kembang, karena pencegahan adalah yang utama,” tukasnya. (Iam/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya