Implementasi Sekolah Aman dan Nyaman di Nagekeo

Ignas Kunda
29/4/2026 14:30
Implementasi Sekolah Aman dan Nyaman di Nagekeo
Pelatihan Penguatan Mekanisme Perlindungan Anak dan Perempuan di Komunitas Sekolah.(MI/Ignas Kunda)

YAYASAN Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui Program Implementation Area (PIA) Nagekeo menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Mekanisme Perlindungan Anak dan Perempuan di Komunitas Sekolah. Kegiatan ini merupakan langkah konkret implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Pelatihan yang berlangsung pada 28-29 April 2026 di Hotel Pepita Mbay, Kabupaten Nagekeo, itu melibatkan peserta lintas jenjang pendidikan, mulai dari kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK, hingga satuan pendidikan berbasis keagamaan seperti Raudhatul Athfal (RA), Madrasah (MIN/MIS, MTs, MAN), pondok pesantren, dan SMA Katolik (SMAK). Turut hadir pula Ketua Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TP2KSP) dari wilayah dampingan Plan Indonesia.

Membangun Sistem Perlindungan Inklusif

Manager Plan Indonesia PIA Nagekeo, Cosmas Damianus, menegaskan bahwa keterlibatan berbagai satuan pendidikan sangat krusial untuk membangun sistem perlindungan anak yang menyeluruh dan inklusif. Pelatihan ini bertujuan membekali pemangku kepentingan dengan pemahaman mendalam mengenai bentuk-bentuk kekerasan, mulai dari fisik, psikis, seksual, perundungan, hingga kekerasan berbasis gender.

"Sekolah dan lembaga pendidikan adalah ruang strategis dalam membentuk karakter anak. Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat tanpa diskriminasi. Kami ingin memperkuat kapasitas satuan pendidikan agar mampu mencegah, mendeteksi, dan menangani kekerasan secara sistematis sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026," ujar Cosmas pada Rabu (29/4).

Selain teori, peserta dibekali strategi praktis terkait mekanisme deteksi dini, pelaporan, dan penanganan kasus yang aman serta etis sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Empat Objektif Utama Plan Indonesia (FY 2026-2027):
  • Generasi Sehat
  • Generasi Terdidik
  • Generasi Berdaya
  • Generasi Aman dan Tangguh

Tantangan Kehamilan Remaja di Nagekeo

Kondisi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Nagekeo, masih menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka kehamilan remaja dan kekerasan terhadap perempuan. Hal ini berdampak pada risiko putus sekolah, gangguan kesehatan mental, hingga kemiskinan struktural.

Kepala Dinas Kesehatan Nagekeo, drg. Emerentiana Wahyuningsih (Reni), mengungkapkan data kehamilan tidak diinginkan (KTD) pada remaja periode 2023-2025 menunjukkan kasus tersebar di hampir seluruh kecamatan. "Kasus terbanyak tercatat di Kecamatan Aesesa, Mauponggo, Boawae, dan Nangaroro," ungkapnya.

Reni menekankan pentingnya peran pola asuh keluarga dan kolaborasi guru di sekolah. "Harapannya, semakin banyak guru dan kepala sekolah yang peduli memperhatikan perilaku remaja di sekolah. Dinas Kesehatan sendiri memiliki tupoksi bekerja sama dengan sekolah melalui upaya kesehatan reproduksi remaja," tambahnya.

Kolaborasi Lintas Sektor

Pelatihan ini menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai instansi, antara lain:

Instansi Narasumber Fokus Materi
Kemenag & Dinas P&K Nagekeo Kebijakan Nasional Sekolah Aman
Dinas PMDP3A & Fasilitator TP2KSP Mekanisme Rujukan & Penanganan Kasus
Dinas Kesehatan Nagekeo Kesehatan Reproduksi & Pencegahan KTD

Melalui sinergi antara sekolah, keluarga, komunitas, dan pemerintah daerah, Plan Indonesia berharap tercipta budaya lingkungan belajar yang responsif terhadap perlindungan anak. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Nagekeo yang tangguh dan berdaya di masa depan. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya