Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Rumah Autis, Marcella Zalianty, menekankan pentingnya perluasan akses layanan kesehatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Ia mendorong agar program skrining jantung bagi anak difabel dapat menjangkau wilayah yang lebih luas, mengingat keterbatasan mereka dalam mengomunikasikan kondisi kesehatan fisik secara mandiri.
"Anak-anak autis ini sangat rentan karena mereka tidak bisa mengutarakan ketika mereka sakit. Kita tidak tahu apakah ada gangguan jantung karena mereka tidak bisa menyampaikan keluhan," ujar Marcella saat menghadiri kegiatan skrining jantung yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Jakarta, Senin (6/4).
Menurut Marcella, deteksi dini melalui skrining jantung sangat krusial bagi ABK. Namun, biaya pemeriksaan yang tinggi seringkali menjadi hambatan bagi banyak keluarga. Kehadiran layanan gratis dari IDAI dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi sekaligus memberikan kepastian medis bagi anak-anak tersebut.
Ia berharap inisiatif ini tidak berhenti di ibu kota saja. "Tidak hanya di Jakarta, anak-anak di daerah juga harus bisa mendapatkan pemeriksaan ini," tegasnya.
Senada dengan Marcella, Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, dr. Piprim Basarah Yanuarso, menjelaskan bahwa kelompok anak dengan disabilitas tertentu memiliki risiko kesehatan jantung yang lebih tinggi. Sebagai contoh, sekitar 50 persen anak dengan down syndrome memiliki kelainan jantung bawaan.
IDAI saat ini tengah mengupayakan peningkatan akses melalui layanan echocardiography gratis. Langkah ini diambil untuk memotong hambatan biaya dan birokrasi yang sering ditemui masyarakat.
| Aspek Layanan | Kondisi Saat Ini |
|---|---|
| Estimasi Biaya Mandiri | Di atas Rp1.000.000 |
| Layanan BPJS | Tersedia, namun antrean cenderung panjang |
| Risiko Down Syndrome | ~50% memiliki kelainan jantung bawaan |
Selain fokus pada layanan jantung, IDAI juga memberikan peringatan keras kepada orangtua mengenai bahaya paparan mikroplastik pada anak. Temuan terbaru menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan pada mekonium atau tinja pertama bayi baru lahir.
Piprim menjelaskan bahwa paparan ini bisa terjadi bahkan sebelum bayi lahir. "Di darah ibu yang cukup tinggi mikroplastiknya, itu bisa disalurkan melalui plasenta, kemudian sampai ke bayi," ungkapnya. Hal ini menjadi perhatian serius karena mikroplastik bersifat persisten dan tidak dapat didegradasi oleh tubuh.
Sebagai langkah pencegahan, IDAI memberikan beberapa rekomendasi praktis bagi orang tua:
Saat ini, IDAI masih terus melakukan kajian mendalam untuk menyusun rekomendasi resmi terkait penanggulangan dampak mikroplastik pada kesehatan anak di Indonesia. Meskipun data primer di dalam negeri masih terbatas, kesadaran dini (awareness) dari orang tua dianggap sebagai kunci utama perlindungan kesehatan anak saat ini. (Ant/Z-1)
IDAI mendorong daycare mematuhi regulasi PAUD dan standar nasional untuk mencegah kekerasan anak serta memastikan tumbuh kembang yang optimal.
Setiap lembaga pengasuhan anak wajib menyediakan fasilitas yang dapat dipantau langsung, seperti CCTV, agar orang tua memiliki akses terhadap apa yang terjadi pada anaknya.
Guru daycare diharapkan memiliki kompetensi pemenuhan kesehatan anak, termasuk apabila terjadi kecelakaan seperti tersedak, tersetrum, dan sebagainya.
IDAI menegaskan bahwa daycare atau Taman Penitipan Anak (TPA) seharusnya dipahami sebagai tempat pengasuhan, bukan sekadar tempat menitipkan anak.
Campak kembali mengancam anak-anak di Indonesia. IDAI ungkap satu penderita bisa menulari hingga 18 orang, risiko pneumonia hingga kematian meningkat.
IDAI menyatakan vaksin influenza trivalen aman bagi balita mulai usia 6 bulan, ibu menyusui, dan komorbid. Simak dosis dan rekomendasi WHO terbaru.
Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua kondisi jantung berdebar itu berbahaya.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
SEORANG pasien datang dengan keluhan nyeri dada yang mengarah pada gangguan aliran darah ke jantung dan ditangani dengan rotablator untuk mengatasi sumbatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved