Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung adalah istilah umum yang mencakup berbagai jenis masalah jantung. Penyakit ini tergolong dalam jenis penyakit kardiovaskular yang mencakup pada permasalahan jantung dan pembuluh darah.
Penyebab dari penyakit jantung berbeda-beda, beberapa menderita penyakit ini sejak lahir atau disebut dengan penyakit jantung bawaan yang kerap disebabkan oleh genetika. Beberapa di antaranya disebabkan oleh gaya hidup, infeksi, obat-obatan, dan penyakit lainnya.
Kebiasaan buruk, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol berlebih, memang terbukti berisiko menimbulkan penyakit jantung. Namun, kebiasaan rutin yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda.
1. Gaya hidup kurang aktif
Duduk berjam-jam di meja, televisi, atau melakukan perjalanan jauh untuk bekerja telah menjadi bagian dari rutinitas, tetapi kurangnya aktivitas fisik ini akan mengurangi sirkulasi darah dan menyebabkan penumpukan lemak yang dapat menyebabkan hipertensi.
Penting bagi Anda untuk menggerakkan tubuh dan meningkatkan detak jantung setidaknya selama 150 menit setiap minggu.
Interupsi kecil, seperti berdiri setiap beberapa jam atau berjalan kaki selama 10 menit juga berkontribusi untuk menjaga kesehatan jantung.
2. Makan tidak teratur dan tidak bergizi
Ketika Anda melewatkan makan atau makan tidak teratur, kadar gula darah akan berfluktuasi yang seiring waktu akan memengaruhi metabolisme dan meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
Selain itu, pola makan yang penuh dengan makanan olahan, lemak jenuh, natrium, serta gula dapat berkontribusi pada penyakit jantung.
Kandungan natrium berlebih dalam makanan olahan akan meningkatkan tekanan darah dan merusak arteri seiring waktu. Kandungan lemak tidak sehat dan pengawet berlebih juga akan memperburuk kolesterol Anda.
Anda dapat mengatur pola makan seimbang dan teratur dengan memperbanyak konsumsi sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.
Anda juga dapat membatasi konsumsi daging dan berfokus pada konsumsi lemak nabati, seperti pada kenari, almond, minyak zaitun, atau alpukat.
3. Kurang tidur
Kualitas tidur yang buruk akan berpengaruh pada keseimbangan hormon, tingkat stres, dan mengganggu kontrol tekanan darah. Seiring berjalannya waktu, perubahan-perubahan ini terakumulasi dan meningkatkan risiko gagal jantung, aritmia, dan obesitas.
Kualitas tidur yang baik adalah 7-9 jam setiap malam yang baik untuk jantung dan kesehatan secara keseluruhan.
4. Mengabaikan kesehatan mental
Mengelola stres adalah kunci untuk menjaga kesehatan yang baik. Stres dapat menjadi penyebab beberapa penyakit kronis dan memengaruhi kesehatan jantung.
Ketika hormon stres terus meningkat tanpa adanya penanganan maka akan merusak pembuluh darah, mendorong pembentukan plak, dan membuat jantung bekerja lebih keras.
Anda dapat mengatasinya dengan menenangkan diri dan bernapas lebih baik atau meditasi ringan. Anda juga dapat menemukan hobi yang Anda sukai untuk aktivitas sehari-hari.
5. Mengabaikan pemeriksaan kesehatan
Ketika mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin, maka akan semakin terlambat untuk mengetahui kondisi kesehatan
Anda yang sebenarnya. Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangatlah penting, terutama untuk melihat kondisi kesehatan jantung Anda dan organ-organ penting lainnya.
Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dapat mencegah komplikasi dan mencegah penyakit jantung kronis di usia lanjut. Apabila sedari awal Anda sudah mengetahui kondisi jantung tidak berfungsi dengan baik, Anda dapat mengobatinya dengan cepat sebelum terlambat. (Z-1)
Sumber: PD Hinduja Hospital, AARP
Saat menuju tidur, ritual yang bisa dilakukan orangtua, anak bisa dimandikan boleh dengan menggunakan air hangat, dan melakukan sikat gigi untuk menjaga kesehatan gigi.
Langkah tersebut adalah T.R.A.N.S.I.S.I, yaitu Tidur teratur, Rencanakan, Atur ekspektasi, Nikmati hal kecil, Susun jadwal, Ingat motivasi, Sisihkan waktu, dan Interaksi.
Menjaga berat badan ideal terkadang terasa seperti perjuangan berat, terutama jika kesibukan sehari-hari, pekerjaan, atau aktivitas lainnya menyita waktu. N
Riset terbaru mengungkap kenaikan berat badan di usia muda jauh lebih mematikan. Simak kaitan obesitas dini dengan risiko jantung dan diabetes.
Masalah utama ada pada gejala yang sering terlihat biasa. Pada bayi, tanda awal penyakit jantung bawaan kerap muncul dalam bentuk perubahan fisik yang halus, tetapi signifikan.
Penumpukan kalsium pada dinding arteri koroner bukan sekadar tanda kerusakan radiologis, melainkan cerminan proses biologis akibat faktor risiko seperti diabete dan, hipertensi.
Laporan terbaru AHA mengungkap penyakit jantung masih jadi penyebab kematian tertinggi. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes terus meningkat.
Aritmia bisa terjadi pada usia muda tanpa disadari. Kenali gejala ringan, faktor pemicu, dan cara pencegahannya agar terhindar dari gangguan jantung berbahaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved