Kenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Jangan Abaikan Sinyal Kecil ini

Intan Safitri
10/4/2026 22:10
Kenali Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak, Jangan Abaikan Sinyal Kecil ini
Ilustrasi(freepik)

Penyakit jantung bawaan masih menjadi salah satu kondisi yang sering luput dari perhatian, terutama pada tahap awal kehidupan anak. Sekitar 1 dari 100 bayi lahir dengan kelainan struktur jantung, Angka ini tidak kecil, tetapi ironisnya banyak kasus baru terdeteksi setelah kondisi berkembang lebih jauh.

Masalah utama ada pada gejala yang sering terlihat biasa. Pada bayi, tanda awal penyakit jantung bawaan kerap muncul dalam bentuk perubahan fisik yang halus, tetapi signifikan.

Gejala Awal pada Bayi yang Sering Dianggap Normal

Bayi dengan gangguan jantung bawaan bisa menunjukkan bibir, lidah, atau kuku yang tampak kebiruan. Kondisi ini dikenal sebagai sianosis dan menandakan tubuh kekurangan oksigen. Selain itu, napas bayi biasanya lebih cepat atau terlihat seperti sesak, bahkan saat tidak sedang menangis. Aktivitas menyusu yang seharusnya sederhana juga bisa menjadi berat, membuat bayi cepat lelah, sering berhenti, atau bahkan tidak mampu menghabiskan asupan yang dibutuhkan.

Dampaknya langsung terlihat pada pertumbuhan. Berat badan bayi cenderung sulit naik, meski asupan sudah diberikan secara rutin. Dalam beberapa kasus, bayi juga tampak berkeringat berlebihan saat menyusu, yang sebenarnya merupakan respons tubuh terhadap kerja jantung yang lebih keras.

Gejala pada Anak Lebih Besar yang Mulai Terlihat Jelas

Ketika anak bertambah usia, gejala bisa berubah dan menjadi lebih terlihat, terutama saat aktivitas fisik meningkat. Anak mungkin terlihat cepat lelah saat bermain atau berolahraga, bahkan untuk aktivitas yang tergolong ringan. Sesak napas juga bisa muncul tanpa pemicu yang jelas, disertai rasa pusing atau bahkan pingsan dalam beberapa kasus.

Beberapa anak mengalami pembengkakan pada kaki atau pergelangan, yang menjadi tanda adanya gangguan sirkulasi. Tidak jarang, kelainan ini baru terdeteksi saat pemeriksaan rutin ketika dokter menemukan bunyi jantung yang tidak normal.

Jangan Abaikan Sinyal Kecil

Selain gejala yang terlihat jelas, ada tanda-tanda lain yang sering dianggap sepele. Infeksi paru yang berulang, pertumbuhan yang lebih lambat dibanding anak seusia, hingga detak jantung yang tidak teratur bisa menjadi bagian dari gambaran besar yang sama. Karena gejalanya tidak selalu spesifik, banyak orang tua baru menyadari setelah kondisi sudah berkembang.

Deteksi Dini Jadi Penentu

Penyakit jantung bawaan bukan vonis akhir. Banyak kasus bisa ditangani dengan baik jika ditemukan lebih awal. Kuncinya ada pada kepekaan terhadap perubahan kecil yang terjadi pada anak. Ketika tanda seperti bibir kebiruan, napas tidak normal, atau kelelahan berlebihan mulai terlihat, pemeriksaan medis bukan lagi pilihan tambahan, tetapi langkah yang wajib diambil.

Deteksi dini membuka peluang penanganan yang lebih luas dan efektif. Sebaliknya, keterlambatan hanya akan memperbesar risiko komplikasi yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

Sumber: Mayo Clinic, American Heart Association



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya