IDAI Ingatkan Bahaya Mikroplastik pada Mainan Anak, Sarankan Bahan Alami

Basuki Eka Purnama
08/4/2026 05:24
IDAI Ingatkan Bahaya Mikroplastik pada Mainan Anak, Sarankan Bahan Alami
Ilustrasi(Freepik)

IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan imbauan penting bagi para orangtua untuk lebih selektif dalam memilih mainan bagi buah hati mereka. Langkah ini diperlukan guna menekan risiko paparan mikroplastik serta zat kimia berbahaya yang kerap terkandung dalam material plastik.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menekankan bahwa keamanan produk harus menjadi prioritas utama sebelum orang tua memutuskan untuk membeli mainan. Menurutnya, ketelitian dalam memeriksa kandungan bahan adalah kunci perlindungan kesehatan anak.

“Biasakan membaca konten dari mainan yang digunakan oleh anak-anak kita,” ujar Piprim dalam acara media briefing yang berlangsung di Balai Budaya, Jakarta, Senin (6/4).

Waspadai Paparan Suhu Tinggi

Salah satu poin krusial yang disampaikan Piprim adalah kerentanan bahan plastik terhadap perubahan suhu. Plastik yang terpapar panas tinggi dapat mengalami degradasi kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan anak dalam jangka panjang.

“Kalau plastik dipanaskan, itu tentu bisa berbahaya. Pastikan standar keamanannya seperti apa, apakah ada jaminan keamanan dari produsen secara tertulis,” tegasnya.

Beralih ke Bahan Alami

Sebagai solusi yang lebih aman, IDAI menyarankan orang tua untuk mulai mempertimbangkan mainan yang terbuat dari bahan-bahan alami. Selain meminimalisir risiko zat kimia, bahan alami juga dinilai efektif dalam merangsang sensorik dan kreativitas anak.

Jenis Bahan Rekomendasi Alternatif Manfaat Utama
Plastik Kayu, Bambu Bebas mikroplastik, lebih tahan lama.
Sintetis/Polimer Tanah Liat (Clay Alami) Merangsang kreativitas & motorik halus.

Piprim menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah untuk mendukung industri mainan ramah lingkungan. Penggunaan tanah liat, misalnya, tidak hanya aman tetapi juga memberikan pengalaman bermain yang eksploratif bagi anak.

“Indonesia tidak kekurangan kayu, dan banyak bahan lain seperti tanah liat yang bisa digunakan. Jangan takut anak kotor, karena itu bisa merangsang kreativitas,” tambahnya.

Dorong Inovasi Produsen

Menutup pernyataannya, IDAI mendorong para produsen mainan nasional untuk melakukan inovasi dalam proses produksi. Ketergantungan pada material plastik harus mulai dikurangi demi menciptakan ekosistem bermain yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

“Perlu inovasi agar tidak terus bergantung pada bahan plastik yang berpotensi berbahaya,” pungkas Piprim. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya