Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan imbauan penting bagi para orangtua untuk lebih selektif dalam memilih mainan bagi buah hati mereka. Langkah ini diperlukan guna menekan risiko paparan mikroplastik serta zat kimia berbahaya yang kerap terkandung dalam material plastik.
Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menekankan bahwa keamanan produk harus menjadi prioritas utama sebelum orang tua memutuskan untuk membeli mainan. Menurutnya, ketelitian dalam memeriksa kandungan bahan adalah kunci perlindungan kesehatan anak.
“Biasakan membaca konten dari mainan yang digunakan oleh anak-anak kita,” ujar Piprim dalam acara media briefing yang berlangsung di Balai Budaya, Jakarta, Senin (6/4).
Salah satu poin krusial yang disampaikan Piprim adalah kerentanan bahan plastik terhadap perubahan suhu. Plastik yang terpapar panas tinggi dapat mengalami degradasi kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan anak dalam jangka panjang.
“Kalau plastik dipanaskan, itu tentu bisa berbahaya. Pastikan standar keamanannya seperti apa, apakah ada jaminan keamanan dari produsen secara tertulis,” tegasnya.
Sebagai solusi yang lebih aman, IDAI menyarankan orang tua untuk mulai mempertimbangkan mainan yang terbuat dari bahan-bahan alami. Selain meminimalisir risiko zat kimia, bahan alami juga dinilai efektif dalam merangsang sensorik dan kreativitas anak.
| Jenis Bahan | Rekomendasi Alternatif | Manfaat Utama |
|---|---|---|
| Plastik | Kayu, Bambu | Bebas mikroplastik, lebih tahan lama. |
| Sintetis/Polimer | Tanah Liat (Clay Alami) | Merangsang kreativitas & motorik halus. |
Piprim menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah untuk mendukung industri mainan ramah lingkungan. Penggunaan tanah liat, misalnya, tidak hanya aman tetapi juga memberikan pengalaman bermain yang eksploratif bagi anak.
“Indonesia tidak kekurangan kayu, dan banyak bahan lain seperti tanah liat yang bisa digunakan. Jangan takut anak kotor, karena itu bisa merangsang kreativitas,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, IDAI mendorong para produsen mainan nasional untuk melakukan inovasi dalam proses produksi. Ketergantungan pada material plastik harus mulai dikurangi demi menciptakan ekosistem bermain yang lebih sehat bagi generasi mendatang.
“Perlu inovasi agar tidak terus bergantung pada bahan plastik yang berpotensi berbahaya,” pungkas Piprim. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
IDAI menyarankan orang tua beralih ke mainan berbahan kayu atau tanah liat guna menghindari risiko paparan mikroplastik dari bahan plastik berbahaya.
Penjualan mainan di Pasar Gembrong, Cipinang Besar Selatan turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan menawarkan ragam produk yang luas, Blokees menjangkau penggemar dari berbagai usia dan preferensi.
Sepintas mainan ini aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Ternyata menyimpan bahaya yang bisa mengancam nyawa anak.
KEMAMPUAN sensoris anak merupakan salah satu fondasi tercapainya tahap tumbuh kembang anak yang sempurna. Terdapat beberapa jenis mainan yang bisa menstimulasinya, berikut ini di antaranya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved