Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis obstetri dan ginekologi Winda Nizarwan menganjurkan perempuan-perempuan yang sudah menikah atau telah melakukan hubungan seksual di usia 21 tahun secara berkala menjalani pemeriksaan Pap Smear untuk mendeteksi kemungkinan munculnya tanda-tanda kanker serviks.
Pemeriksaan Pap Smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk mengetahui ada tidaknya sel-sel abnormal yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks.
"Untuk yang sudah menikah di usia 21 tahun saja kita sudah lakukan Pap Smear tiap tiga tahun," kata Winda dalam sebuah webinar, dikutip Senin (10/2).
Pemeriksaan Pap Smear perlu dilakukan secara berkala agar kanker serviks bisa dideteksi dan ditangani sejak dini.
Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, kanker serviks biasanya baru menunjukkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut.
Oleh karena itu, penting bagi para perempuan untuk menjalani prosedur pemeriksaan guna mendeteksi kanker serviks sejak dini.
Winda menyarankan perempuan berusia 30 sampai 65 tahun menjalani pemeriksaan Pap Smear dan pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan human papillomavirus atau HPV, virus yang dapat menyebabkan kanker serviks.
"Jika dua modal ini dilakukan, interval pemeriksaan akan lebih panjang lagi, per lima tahun," kata dokter spesialis kandungan dari Rumah Sakit Permata Depok itu.
Perempuan berusia 65 tahun ke atas serta perempuan yang memasuki masa perimenopause maupun menopause juga dianjurkan menjalani pemeriksaan Pap Smear dan menjalani pengulangan pemeriksaan dua hingga tiga tahun setelahnya.
"Jika pemeriksaan hasilnya tidak ditemukan keganasan, bisa tidak lanjut Pap Smear berikutnya, kecuali masih aktif dalam hubungan seksual, berganti pasangan, maka sebaiknya tetap lakukan Pap Smear rutin," kata Winda.
Perempuan yang hendak menjalani pemeriksaan Pap Smear diminta tidak melakukan hubungan seksual selama tiga hari sebelum pemeriksaan guna mencegah kemungkinan terjadi luka atau benturan di mulut rahim saat berhubungan seksual yang bisa mempengaruhi hasil pemeriksaan.
Selain itu, perempuan yang hendak menjalani pemeriksaan Pap Smear disarankan tidak menggunakan cairan antiseptik untuk membersihkan vagina.
Winda menganjurkan perempuan yang sedang mengonsumsi obat kemoterapi memberitahukan terapi pengobatan yang sedang mereka jalani kepada tenaga medis kalau hendak menjalani pemeriksaan Pap Smear.
"Sebaiknya disampaikan jika memang sedang dalam pengobatan," katanya.
Menurut Kementerian Kesehatan, kanker serviks merupakan penyakit kanker keempat terbanyak di kalangan perempuan di seluruh dunia.
Kanker serviks, utamanya, disebabkan oleh infeksi virus HPV.
Namun, ada faktor-faktor risiko yang membuat perempuan rentan terkena kanker serviks seperti punya riwayat kanker serviks dalam keluarga, punya riwayat penyakit menular seksual, sistem kekebalan tubuh lemah, dan kebiasaan merokok.
Pola makan tidak sehat, obesitas, mulai melakukan hubungan seksual pada usia sangat muda, terlalu sering hamil, serta hamil dan melahirkan pada usia sangat muda juga membuat perempuan lebih rentan terserang kanker serviks. (Ant/Z-1)
KONSUMSI alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.
KANKER merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia.
Kepastian diagnosis adalah kunci keberhasilan terapi kanker. Mayapada Hospital hadirkan PET-CT dan SPECT-CT untuk hasil diagnosis yang akurat dan presisi.
Lonjakan kanker HPV pada pria mencapai 46% menurut CDC 2026. Kanker tenggorokan jadi ancaman utama, vaksin terbukti turunkan risiko hingga 50%.
Konser amal Greatest Love of All sukses digelar di TIM, mengumpulkan dana Rp60 juta untuk perluasan Rumah Singgah Lions bagi anak pejuang kanker.
Tiga bahan alami yang mudah ditemukan di Indonesia, yakni kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam, berhasil dikombinasikan oleh peneliti BRIN menjadi formula kandidat antikanker.
Pap smear membantu mendeteksi HPV dan mencegah kanker serviks sejak dini. Ketahui manfaat, risiko, dan jadwal pemeriksaan sesuai usia.
Vaksin HPV bukan jaminan bebas kanker serviks. Dokter Darrell Fernando tegaskan pap smear rutin wajib dilakukan meski sudah vaksin. Simak alasannya.
Dokter spesialis dr. Darrell Fernando menegaskan vaksin HPV tetap efektif bagi wanita yang sudah melahirkan untuk mencegah kanker serviks. Simak alasannya.
Vaksin HPV terbukti mampu mencegah hingga 90% kanker. Ketahui manfaat, keamanan, dan siapa saja yang wajib mendapatkannya.
Hasil skrining BPJS Kesehatan menunjukkan adanya 14,4 juta peserta berisiko kanker serviks
Satgas Imunisasi IDAI menekankan pentingnya vaksinasi HPV bagi laki-laki dan perempuan untuk mencegah kanker dan memutus rantai penularan virus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved