Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER merupakan penyebab kematian ketiga terbesar di Indonesia. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (Globocan) pada 2022, terdapat lebih dari 408.661 kasus baru dan hampir 242.099 kematian akibat kanker terjadi di Indonesia.
Jumlah kematian tertinggi disebabkan oleh kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, kanker kolorektal, serta kanker hati. Kanker yang paling umum terjadi pada perempuan adalah kanker payudara sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru-paru.
Sebenarnya, pemerintah Indonesia telah menerapkan kebijakan untuk penanganan kelima kanker yang menyebabkan kematian tertinggi, ditambah dengan kanker anak yang terjadi pada anak di bawah 18 tahun.
Namun, upaya untuk menurunkan risiko kanker juga harus dimulai dari diri sendiri, misalnya adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup.
Berikut adalah lima aktivitas sehari-hari yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker:
1. Tidak merokok
Merokok bukan hanya menjadi penyebab utama kanker paru-paru, tetapi juga kerap dikaitkan dengan empat belas jenis kanker lainnya, termasuk kanker mulut dan tenggorokan.
Meskipun sebagian besar generasi muda beralih pada rokok elektrik atau vape, tetapi kandungan zat kimia dalam rokok elektrik tetap menjadi bahan pertimbangan. Masih belum ada penelitian mengenai efek jangka panjang dari rokok elektrik, tetapi produk ini masih memiliki risiko dan disarankan untuk tidak digunakan agar dapat menurunkan risiko kanker.
2. Pertahankan berat badan yang sehat
Kelebihan lemak akibat obesitas dapat menyebabkan peradangan yang mendorong pertumbuhan tumor dan membantu pembelahan sel kanker secara masif. Sel lemak juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang pertumbuhan tumor di payudara dan rahim.
Pola makan buruk dengan mengonsumsi terlalu banyak daging merah dan daging olahan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus. Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan sehat yang mengandung serat, buah, dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker.
3. Tidak minum alkohol
Alkohol dikenal luas dapat meningkatkan risiko kanker, seperti kanker hati, payudara, dan kerongkongan. Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang telah berkontribusi pada seratus ribu kanker setiap tahunnya.
Meskipun efek dari minum berlebihan belum banyak diteliti, tetapi terdapat studi yang menunjukkan bahwa peminum moderat yang secara teratur minum alkohol berlebihan memiliki kemungkinan hingga 50% untuk terkena kanker payudara.
Apabila Anda masih kesulitan untuk berhenti minum alkohol, Anda dapat mengurangi konsumsi alkohol dengan minum tidak lebih dari sepuluh gelas kecil. Anda juga dapat berusaha untuk tidak minum alkohol selama beberapa hari setiap minggu.
4. Konsumsi makanan sehat
Mengonsumsi makanan sehat dapat menurunkan risiko. Anda dapat mulai dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran atau makanan lain yang berasal dari biji-bijian utuh dan kacang-kacangan.
Diet Mediterania dapat menjadi salah satu pola makan yang dapat dilakukan. Diet ini berfokus pada makanan nabati yang kaya akan lemak sehat dan mengganti konsumsi daging merah menjadi ikan.
5. Gunakan tabir surya
Radiasi ultraviolet menjadi penyebab utama dari kanker kulit. Efek radiasi UV tersebut bersifat akumulatif sehingga area kulit yang sering terpapar sinar matahari paling mungkin terkena kanker kulit.
Untuk itu, penting melindungi diri dari kanker kulit dengan menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 setiap kali berada di ruangan terbuka. Selain itu, Anda juga dapat mengenakan topi dan menutupi tubuh dengan pakaian panjang. (Asha Bening Rembulan /E-4)
Hati memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh manusia
Mengonsumsi beragam buah setiap hari tak hanya memanjakan lidah, tapi juga memberi banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan risiko terkena kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved