Kombinasi Daun Sirsak, Kunyit dan Bekatul Hitam Berpotensi Hambat Sel Kanker

Atalya Puspa    
16/4/2026 07:39
Kombinasi Daun Sirsak, Kunyit dan Bekatul Hitam Berpotensi Hambat Sel Kanker
ilustrasi(Antara)

Tiga bahan alami yang mudah ditemukan di Indonesia, yakni kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam, berhasil dikombinasikan oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi formula kandidat antikanker yang menjanjikan. Uji laboratorium menunjukkan kombinasi ketiganya mampu membunuh sel kanker payudara dan kanker kolon secara signifikan.

Peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Rizal Maarif Rukmana, mengatakan penelitian ini dilatarbelakangi tingginya kasus kanker global yang kini melampaui 32,6 juta kasus. Kondisi itu mendorong perlunya terapi alternatif berbasis bahan alam yang lebih aman, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat.

"Ekstrak kunyit, daun sirsak, dan bekatul beras hitam mengandung golongan senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan steroid yang berperan dalam aktivitas antikanker," ujar Rizal, Kamis (16/4).

Formula terbaik untuk menghambat kanker payudara diperoleh dari kombinasi daun sirsak 86,4 persen, kunyit 11,1 persen, dan bekatul beras hitam 2,5 persen, dengan nilai IC50 sebesar 24,91 µg/mL terhadap sel kanker payudara T47D. 

Sementara untuk kanker kolon, komposisi yang paling efektif justru berbalik, yakni didominasi kunyit sebesar 95,9 persen, daun sirsak 2,6 persen, dan bekatul beras hitam 1,5 persen, dengan nilai IC50 sebesar 32,18 µg/mL terhadap sel kanker kolon WiDr.

"Kombinasi bahan alam dapat memberikan aktivitas antikanker yang optimal melalui efek sinergis antar senyawa bioaktif," kata Rizal.

Pengujian dilakukan secara in vitro menggunakan metode MTT assay, tidak hanya terhadap sel kanker tetapi juga sel normal Vero untuk memastikan keamanan formula. Ekstraksi bahan dilakukan melalui metode maserasi selama tiga kali 24 jam, sementara komposisi optimal ditentukan menggunakan metode simplex lattice design.

Rizal menegaskan hasil ini baru merupakan langkah awal. Uji lanjutan melalui percobaan pada hewan hidup dan uji klinis pada manusia masih diperlukan sebelum formula ini bisa dikembangkan menjadi produk obat herbal terstandar. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya