Kanker Kolorektal: Gejala, Penyebab, & Cara Pencegahan sejak Dini

Nadhira Izzati A
12/4/2026 21:27
Kanker Kolorektal: Gejala, Penyebab, & Cara Pencegahan sejak Dini
Kenali gejala kanker kolorektal seperti BAB berdarah dan perubahan kebiasaan usus.(Freepik)

KANKER kolorektal atau kanker usus besar menjadi ancaman serius kesehatan yang sering kali bermula dari pertumbuhan polip abnormal. Deteksi dini melalui skrining rutin menjadi faktor krusial dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien sebelum sel kanker menyebar lebih luas.

Kanker kolorektal terjadi akibat mutasi DNA pada sel-sel sehat di usus besar (kolon) atau rektum, yang menyebabkan pertumbuhan massa tumor yang tidak terkendali. Meskipun penyebab pastinya masih dalam penelitian, para ahli mengidentifikasi sejumlah faktor risiko utama, termasuk usia di atas 50 tahun, riwayat genetik seperti Sindrom Lynch, serta kondisi medis seperti radang usus kronis dan obesitas.

Gejala penyakit ini sering kali tidak terlihat pada stadium awal. Namun, masyarakat diminta waspada jika mengalami perubahan kebiasaan buang air besar (BAB) yang persisten, adanya darah pada tinja, nyeri perut kronis, hingga penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas.

Dalam hal penanganan, terdapat beberapa metode medis yang umum dilakukan tergantung pada tingkat keparahan penyakit:

  • Pembedahan: Prosedur polipektomi atau kolektomi untuk mengangkat jaringan kanker.
  • Terapi Lanjutan: Penggunaan kemoterapi, radioterapi, hingga imunoterapi untuk menghancurkan sel kanker yang tersisa.
  • Ablasi: Teknik khusus jika kanker telah menyebar ke organ lain seperti hati.

Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan tinggi serat, rutin berolahraga minimal 30 menit sehari, serta menghindari rokok dan alkohol.

"Deteksi dini adalah kunci keselamatan jiwa," sebagaimana ditekankan dalam protokol kesehatan untuk menghadapi risiko keganasan ini.

Segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam atau bedah jika Anda merasakan gejala yang mencurigakan. Pemeriksaan berkala sangat disarankan bagi individu berusia 45 tahun ke atas. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya