Sering Minum Alkohol? Waspadai Gejala Kanker yang Jarang Disadari

Media Indonesia
27/4/2026 00:13
Sering Minum Alkohol? Waspadai Gejala Kanker yang Jarang Disadari
Ilustrasi(Dok Freepik)

KONSUMSI alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang diketahui meningkatkan risiko berbagai jenis kanker. Namun, tidak semua gejala kanker muncul secara jelas di tahap awal. Beberapa tanda justru bersifat ringan dan sering diabaikan, padahal bisa menjadi indikasi awal kondisi yang lebih serius.

Menurut World Health Organization, alkohol termasuk dalam kategori karsinogen kelompok 1, yang berarti memiliki bukti kuat sebagai penyebab kanker pada manusia. Saat dikonsumsi, etanol dalam alkohol akan diubah menjadi asetaldehida, senyawa beracun yang dapat merusak DNA dan memicu pertumbuhan sel abnormal.

Salah satu gejala yang jarang disadari adalah rasa tidak nyaman di tenggorokan yang berlangsung lama, seperti sensasi terbakar atau nyeri ringan. Kondisi ini bisa berkaitan dengan kanker di area orofaring, terutama pada individu yang rutin mengonsumsi alkohol.

Selain itu, perubahan suara seperti serak yang tidak kunjung membaik juga perlu diwaspadai. Gejala ini dapat menjadi tanda awal gangguan pada pita suara yang berpotensi berkembang menjadi kanker laring. Kesulitan menelan atau perasaan makanan tersangkut di tenggorokan juga termasuk tanda yang sering diabaikan, namun dapat mengarah pada kanker esofagus.

Centers for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa konsumsi alkohol berlebih juga meningkatkan risiko kanker hati. Pada tahap awal, gejala kanker hati sering kali tidak spesifik, seperti kelelahan berkepanjangan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas.

Di rongga mulut, tanda-tanda seperti luka yang tidak sembuh, bercak putih atau merah, hingga perdarahan ringan juga dapat menjadi indikator awal kanker. Karena tidak selalu menimbulkan rasa sakit, gejala ini kerap diabaikan oleh banyak orang.

Risiko kanker akan semakin meningkat jika konsumsi alkohol disertai faktor lain seperti merokok atau infeksi tertentu. Kombinasi faktor ini dapat mempercepat kerusakan sel dan meningkatkan peluang terjadinya kanker.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan membatasi konsumsi alkohol serta menerapkan gaya hidup sehat. World Health Organization juga menganjurkan pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi individu dengan kebiasaan konsumsi alkohol jangka panjang.

Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan. Perubahan kecil pada tubuh sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika berlangsung dalam waktu lama tanpa penyebab yang jelas. (Apuan Iskandar/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya