Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN diet bergizi seimbang dapat membantu penderita diabetes menjaga kadar gula darah tetap stabil.
"Nutrisi seimbang membantu penderita diabetes mengelola kadar gula darah," kata dokter spesialis gizi klinik Christopher Andrian saat peluncuran kampanye Gerakan Sadar Diabetes (GESIT) di Jakarta, Kamis (14/11).
Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia itu menyampaikan pedoman gizi seimbang 'Isi Piringku' dari Kementerian Kesehatan bisa dijadikan sebagai acuan dalam menentukan pola makan penderita diabetes.
Pedoman Isi Piringku mencakup pengaturan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap kali makan serta porsi makanan yang sebaiknya dikonsumsi kebutuhan gizi dalam satu hari dapat terpenuhi.
Christopher mengatakan, sekitar 45% hingga 65% asupan kalori harian sebaiknya berasal dari karbohidrat kompleks tinggi serat dan 15% hingga 20% dari protein rendah lemak seperti ikan, tahu, dan tempe.
Menurut dia, pemilihan makanan dengan indeks glikemik rendah seperti biji-bijian utuh, sayuran, dan kacang-kacangan juga baik untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Ia mengatakan pemenuhan kebutuhan vitamin dan mineral penting pula bagi penderita diabetes.
Selain mengatur pola makan, Christopher menyampaikan bahwa penderita diabetes sebaiknya menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala, menurut dia, diperlukan untuk memantau kadar gula darah dan mendeteksi masalah sedini mungkin agar bisa segera ditangani.
"Pengecekan berkala adalah bagian dari manajemen diabetes yang membantu mengontrol penyakit dan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka," katanya.
Dia menekankan pentingnya pengobatan serta penyesuaian pola makan dan gaya hidup dalam upaya menjaga stabilitas kadar gula darah penderita diabetes.
Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, diabetes melitus adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah serta masalah metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat insufisiensi fungsi insulin.
Insufisiensi fungsi insulin dapat disebabkan oleh gangguan atau defisiensi produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas atau kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin. (Ant/Z-1)
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini.
Pakar IPB University ingatkan bahaya konsumsi Ultra Processed Food (UPF) berlebih pada anak, mulai dari obesitas hingga risiko penyakit jantung dan stroke.
Dokter spesialis anak ingatkan bahaya konsumsi mie instan dan susu kental manis berlebih bagi anak di pengungsian banjir Sumatra. Simak saran gizinya.
Dietisien RS Pelni menekankan pentingnya protein, sayur, dan buah bagi tumbuh kembang anak serta risiko jangka panjang akibat kurang gizi.
Dr. dr. Tan Shot Yen mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan, mengontrol penyakit kronis, dan mengatur pola makan sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Katarak bukan lagi penyakit lansia. Kenali katarak juvenil yang mengincar usia produktif akibat diabetes, trauma, hingga miopia tinggi. Cek gejalanya di sini!
Masyarakat disarankan melakukan deteksi dini, yaitu skrining untuk mengidentifikasi risiko diabetes sejak awal.
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Gula aren sering dianggap lebih sehat, tapi benarkah aman untuk diabetes? Simak kandungan, indeks glikemik, batas konsumsi harian, serta risiko kesehatan jika berlebihan.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved