Ini Pentingnya Gizi Seimbang untuk Imun dan Kognitif Anak

Basuki Eka Purnama
12/4/2026 17:34
Ini Pentingnya Gizi Seimbang untuk Imun dan Kognitif Anak
Ilustrasi(Freepik)

PEMENUHAN nutrisi yang tepat pada masa kanak-kanak bukan sekadar agar anak merasa kenyang, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kecerdasannya. Dietisien dari Rumah Sakit Pelni, Maulina Juwita Ardiana, S.Gz., RD, menekankan bahwa makanan padat gizi yang mengandung karbohidrat, sayur, protein, serta vitamin dan mineral seimbang sangat krusial untuk pertahanan sistem imun dan perkembangan kognitif anak.

Maulina memperingatkan bahwa pengabaian terhadap kualitas asupan gizi dalam jangka panjang dapat berdampak fatal.

"Kekurangan asupan zat gizi jangka panjang pada anak terbukti secara ilmiah meningkatkan risiko penyakit infeksi karena lemahnya sistem imun, terhambatnya perkembangan motorik dan kognitif, hingga penurunan performa di sekolah," jelasnya dalam sebuah pernyataan di Jakarta.

Bahaya Makanan Instan dan Pentingnya Protein

Salah satu tantangan yang sering dihadapi orangtua adalah kecenderungan memberikan makanan instan atau cepat saji demi kepraktisan. Padahal, makanan jenis ini umumnya tinggi kalori dan lemak jahat, namun sangat minim vitamin serta mineral. Maulina mengingatkan agar orangtua tidak terjebak pada pola makan yang hanya mengejar kuantitas tanpa memperhatikan kualitas gizi.

Sebagai zat pembangun, protein memegang peranan vital dalam masa pertumbuhan. Kebutuhan protein anak akan terus meningkat seiring bertambahnya usia, berat badan, dan aktivitas fisik. Oleh karena itu, variasi sumber protein hewani dan nabati harus selalu tersedia di piring makan anak.

Rekomendasi Konsumsi Harian untuk Anak

Kategori Rekomendasi Porsi/Volume
Sayuran (Usia Sekolah) 200 - 250 gram per hari
Buah (Usia Sekolah) 100 - 150 gram per hari
Susu (Usia 1-2 Tahun) 400 - 480 ml per hari
Susu (Usia 2-8 Tahun) 480 - 600 ml per hari
Susu (Usia 9-18 Tahun) 720 ml per hari

Tips Mengolah Makanan agar Nutrisi Terjaga

Selain pemilihan bahan makanan, cara memasak juga menentukan seberapa banyak nutrisi yang terserap oleh tubuh anak. Maulina menyarankan beberapa teknik memasak yang lebih sehat untuk meminimalisir kerusakan vitamin:

  • Mengukus: Membantu menjaga vitamin larut air seperti vitamin C dan B kompleks agar tidak hilang.
  • Merebus: Jika direbus, sebaiknya air rebusan sayur ikut dikonsumsi karena mengandung vitamin yang larut saat proses pemanasan.
  • Menumis: Pilihan baik untuk menjaga mineral yang sensitif terhadap suhu tinggi karena prosesnya relatif cepat.
  • Hindari Menggoreng Berlebih: Penggunaan minyak banyak (deep fried) dengan suhu tinggi dapat merusak zat gizi penting dalam bahan makanan.

Sebagai penutup, Maulina menyarankan orangtua untuk tetap memberikan sayur dan buah pada balita secara bertahap meski dalam porsi kecil. Hal ini bertujuan untuk membangun kebiasaan makan sehat sejak dini. Jika kebutuhan gizi utama sudah terpenuhi dari makanan padat, susu dapat menjadi pelengkap yang baik untuk asupan kalsium, magnesium, dan vitamin D. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya