Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof. Sri Rezeki H. Hadinegoro menjelaskan pemberian vaksinasi pada anak tidak bisa dilakukan sekaligus dan perlu adanya tahapan mulai dari orang dewasa kemudian remaja kemudian anak umur 6-11 tahun.
"Untuk anak vaksinasi tidak bisa dilakukan sekaligus di semua umur karena anak memiliki pertumbuhan yang berbeda tiap kelompok umur ini akan berpengaruh sekali pada pemberian vaksin," kata Sri dalam media briefing virtual IDAI, Sabtu (22/1).
Pemberian vaksin harus didahulukan pada orang dewasa atau remaja karena memiliki daya tahan tubuh yang paling baik. Hal ini juga harus dilihat dari kelebihan setiap kelompok umur seperti dewasa dan remaja yang senang berkumpul atau berkerumun maka harus didahulukan.
Setelah kelompok remaja dilihat potensi KIPI terbukti kecil maka disebut aman. Kemudian vaksin bisa diturunkan ke kelompok dengan ukur lebih kecil seperti anak SD, dan harus dilihat setiap kebiasaannya masih mengandalkan orang sekitar maka harus divaksinasi namun orang sekitarnya pun harus juga divaksinasi. "Kita coba anak SD 6-11 tahun bisa dilihat bahwa ketika dibuka PTM langsung ada kasus. Artinya lingkungan yang belum bersih, penularan masih terjadi dan perlu dievaluasi," ujar Sri.
Sehingga untuk kelompok 6-11 tahun perlunya dukungan dari orang sekitar mulai dari orang tua, tetangga, guru, dan lainnya harus sudah divaksinasi agar anak tidak tertular dengan begitu Itu vaksin bisa diturunkan kan ke kelompok bawah selanjutnya.
Selain itu, uji klinis vaksin juga memerlukan waktu yang cukup lama. Pada uji pra-klinik untuk menilai keamanan dan imunogenisitas pada binatang termasuk uji tantang. Kemudian masuk ke uji klinik fase 1 untuk menguji keamanan vaksin dilakukan pada kurang dari 100 sukarelawan. Uji klinik fase 2 untuk mengetahui imunogenisitas atau peningkatan kadar antibodi dan keamanan dengan jumlah sukarelawan 400 sampai 600 orang.
Masuk ke uji klinik fase 3 untuk mengetahui efikasi vaksin, keamanan, imunogenisitas, dilakukan pada dua kelompok vaksin dan placebo yang mencakup ribuan atau puluhan ribu orang yang dilakukan pada multisenter.
Terakhir uji klinis fase 4 untuk post marketing surveillance dilakukan untuk memantau keamanan vaksin setelah dipergunakan secara luas di masyarakat. (H-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
IDAI mendorong daycare mematuhi regulasi PAUD dan standar nasional untuk mencegah kekerasan anak serta memastikan tumbuh kembang yang optimal.
Setiap lembaga pengasuhan anak wajib menyediakan fasilitas yang dapat dipantau langsung, seperti CCTV, agar orang tua memiliki akses terhadap apa yang terjadi pada anaknya.
Guru daycare diharapkan memiliki kompetensi pemenuhan kesehatan anak, termasuk apabila terjadi kecelakaan seperti tersedak, tersetrum, dan sebagainya.
IDAI menegaskan bahwa daycare atau Taman Penitipan Anak (TPA) seharusnya dipahami sebagai tempat pengasuhan, bukan sekadar tempat menitipkan anak.
Campak kembali mengancam anak-anak di Indonesia. IDAI ungkap satu penderita bisa menulari hingga 18 orang, risiko pneumonia hingga kematian meningkat.
IDAI menyatakan vaksin influenza trivalen aman bagi balita mulai usia 6 bulan, ibu menyusui, dan komorbid. Simak dosis dan rekomendasi WHO terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved