Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMUNITAS pengelola media sosial (medsos) Yogyakarta bersemangat untuk membantu pemerintah pusat dan daerah dalam mengakhiri pandemi covid-19. Menyikapi hal tersebut, BNPB mengajak pemerintah daerah menggandeng komunitas medsos sebagai bagian dari pentaheliks penanggulangan bencana.
Medsos memiliki peran penting dalam mendiseminasi informasi dan mengedukasi masyarakat, khususnya dalam konteks covid-19. Pemerintah mengharapkan para pengelola medsos dapat melakoni peran tersebut. Ini bertujuan untuk mengakhiri penularan virus SARS-CoV-2 di Tanah Air.
Tak hanya itu, medsos juga dapat mengamplifikasi pesan yang disampaikan pemerintah sehingga perubahan perilaku masyarakat dapat terwujud. Perubahan perilaku ini menjadi bagian dari adaptasi kebiasan baru yang produktif dan aman covid-19.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati meyakini komunitas pengelola medsos, khususnya di DI Yogyakarta memiliki kepedulian tinggi dan semangat kemanusiaan untuk bergotong royong virtual mengakhiri covid-19. Hal ini juga disampaikan salah satu penggiat medsos Yogyakarta Dimas Wicaksono dalam Sarasehan Pemanfaatan Medsos dalam Penanggulangan Bencana, Yogyakata, Sabtu (22/8).
"Ada proses kreatif yang kami lakukan dalam mengemas konten medsos. Salah satu contohnya, konten yang menyajikan pesan visual yang lebih tematik dan spesifik, seperti protokol kesehatan dalam menerima paket, belanja di pasar atau aktivitas di ruang publik lainnya," kata Raditya, Sabtu (22/8).
Raditya berharap kolaborasi seperti yang dilakukan komunitas medsos Yogyakarta dapat menjadi contoh di wilayah lain sebagai kekuatan pentaheliks dalam mengakhiri covid-19. Medsos di setiap wilayah merupakan sumber daya yang sangat strategis dan penting untuk menggerakan masyarakat. Saat ini perubahan perilaku yang konkret sangat dibutuhkan sehingga mata rantai penularan dapat diakhiri.
Kemudian, pada sesi diskusi, pengelola medsos JogjaUpdate Group Pakde Senggol menyampaikan masukan kepada pemerintah untuk memfilter informasi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ia menyarankan pemisahan akun instansi yang khusus menginformasikan kegiatan seremonial dengan informasi kebencanaan.
Baca juga: Konten di Medsos Sering Dibajak Ini Solusi Teknologi dari Hyppe
Menurutnya, masyarakat sudah semakin paham mengakses sumber informasi kebencanaan, misal informasi terkait gempa, mereka akan merujuk ke medsos instansi teknis PVMBG atau BPPTKG, penanganan bencana merujuk ke BPBD atau BNPB.
Pakde Senggol juga berharap ada konten dari medsos pemerintah yang bisa digunakan kelompoknya sehingga pesan dapat diamplifikasi lebih luas.
Kepala Pelaksana BPBD DI Yogyakarta Biwara Yuswantana mengapresiasi semangat komunitas medsos Yogyakata yang ingin membantu penanganan covid-19 di wilayahnya. Ia berharap semua pihak bekerja sama meskipun dengan gotong royong virtual, tetap andil besar, untuk mengedukasi publik sehingga perubahan perilaku yang produktif dan aman covid-19 terwujud.
Sarasehan dihadiri pengelola medsos dari BPBD DI Yogyakarta (DIY), Dinas Komunikasi dan Informasi DIY, Biro UHP Setda DIY, Humas Polda DIY, Paguyuban Akun Informasi Jogja (Paidjo), Masyarakat Digital Djogja (Masdjo), JogjaUpdate Group dan praktisi medsos.(OL-5)
Kegiatan yang bakalan digelar adalah Seminar Nasional Kebangsaan dengan menghadirkan berbagai narasumber dan pemecahan rekor MURI.
Pelatih Timnas U-20, Nova Arianto, menjelaskan bahwa rangkaian persiapan ini sengaja dimulai lebih awal untuk menyelaraskan dengan jadwal pengundian grup.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
KASUS dugaan kekerasan terhadap anak di daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini menyampaikan, ini adalah pengaduan yang kelima daycare bermasalah
Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez mendesak polisi mengusut tuntas dugaan kekerasan terhadap 103 anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
GUBERNUR DI Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X, menyesalkan terjadinya tindak kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha.
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Pemerintah Norwegia akan ajukan RUU larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi lindungi kesehatan mental dan membatasi pengaruh algoritma pada anak.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved