Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI balik kecanggihan teknologi, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pengalamannya menjadi "korban" manipulasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia menyebut AI kini mampu memanipulasi suara dan penampilan seseorang hingga terlihat sangat nyata, meskipun tidak sesuai kenyataan.
“AI bisa membuat seseorang bicara yang dia tidak bicara. Saya sering loh,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan taklimat pada Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih serta jajaran Eselon I dan Dirut BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).
Salah satu momen yang membuat Presiden terkejut adalah saat ia menemukan konten di platform video yang menampilkan dirinya sedang bernyanyi dengan suara merdu. Padahal, secara terbuka Prabowo mengaku tidak memiliki kemampuan olah vokal yang mumpuni.
“Saya ini suaranya jelek, saya tidak bisa nyanyi. Tapi ada di YouTube saya bisa nyanyi, suaranya bagus banget. Saya saja kaget,” tuturnya yang disambut tawa para peserta rapat.
Tak hanya bernyanyi, Presiden juga mendapati konten manipulatif (deepfake) yang menggambarkan dirinya berpidato fasih dalam bahasa Mandarin dan bahasa Arab. Menariknya, Prabowo berseloroh bahwa fenomena tersebut sempat ia diamkan karena dianggap menguntungkan di wilayah tertentu saat masa kampanye.
“Ada lagi saya berpidato dengan bahasa Arab, luar biasa. Karena waktu itu kampanye, saya kira kalau di daerah-daerah tapal kuda ini mungkin menguntungkan, jadi saya diam juga. Kalau menguntungkan kita diam,” katanya seraya tertawa.
Namun, di balik candaannya, Presiden memberikan peringatan serius. Ia menilai perkembangan AI dan sistem informatika digital dapat digunakan untuk memproduksi hoaks dan fitnah yang berpotensi merusak kedaulatan sebuah negara.
Menurutnya, perang masa kini tidak lagi melulu soal pengiriman pasukan atau bom, melainkan melalui permainan media sosial yang manipulatif. Prabowo menyoroti penggunaan ribuan akun palsu yang diciptakan untuk menciptakan efek gema atau echo chamber.
“Mungkin dengan permainan sosmed, dengan fitnah, hoaks. Cukup 100 orang, 1.000 orang, bisa bikin heboh. Ini namanya echo chamber. Dalam pembelajaran intelijen, ini ada teknik bagaimana merusak sebuah negara lain,” tegas Presiden.
(Ant/P-4)
Dicoding kembali menggelar ajang tahunan bergengsi, Dicoding Developer Conference (DDC) 2026.
Shadow AI menjadi ancaman baru keamanan data perusahaan. Pelajari contoh, risiko, serta tools pencegahan untuk menjaga integritas sistem Anda.
Agentic AI memungkinkan perusahaan bergerak lebih cepat, adaptif, dan presisi dalam merespons kebutuhan pelanggan.
AI juga menciptakan ilusi yang menenangkan sekaligus berbahaya: keyakinan bahwa konflik dapat diprediksi dan dikendalikan sepenuhnya melalui data.
Di saat dunia sudah berpindah ke teknologi kecerdasan buatan (AI) real-time trading, sebagian broker ritel di Indonesia masih bertahan dengan sistem trading saham lama.
Dengan adanya perubahan kebijakan SLIK OJK, kesempatan jadi terbuka untuk banyak calon pembeli rumah yang sebelumnya tidak bisa melanjutkan proses pembelian.
DINAMIKA ekonomi global yang semakin kompleks mendorong pelaku usaha mempercepat transformasi digital sebagai strategi menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis.
ChatGPT Images 2.0 OpenAI populer di Indonesia. Simak tren penggunaan, fitur terbaru, hingga panduan membuat stiker dan foto nostalgia SMA 90-an.
Google resmi meluncurkan fitur Personal Intelligence untuk Gemini di Indonesia. Hubungkan Gmail dan Google Photos dengan aman untuk asisten AI yang lebih cerdas.
BEBERAPA tahun lalu, mengirim email dengan tata bahasa dan ejaan yang sempurna adalah simbol profesionalisme, kecerdasan, dan ketelitian.
BINUS University mengukuhkan Prof. Rindang Widuri sebagai Guru Besar. Ia memperkenalkan konsep Audit 5.0 yang memadukan kecerdasan buatan dan nurani manusia.
Google Indonesia melantik 2.000 mahasiswa GSA 2026 dari 81.000 pendaftar. Program ini bertujuan memperkuat literasi digital dan penggunaan AI di kampus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved