Google Indonesia Lantik 2.000 Google Student Ambassador 2026, Fokus Literasi AI

N Apuan Iskandar
24/4/2026 03:22
Google Indonesia Lantik 2.000 Google Student Ambassador 2026, Fokus Literasi AI
Foto bersama Google Student Ambassador 2026 bersama jajaran Google Indonesia usai inaugurasi di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Kamis (23/4).(MI/N Apuan Iskandar)

GOOGLE Indonesia secara resmi melantik 2.000 mahasiswa terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026. Prosesi pelantikan yang berlangsung di MGP Space SCBD Park, Jakarta, pada Kamis (23/4), menandai babak baru penguatan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan perguruan tinggi tanah air.

Tahun ini, antusiasme mahasiswa Indonesia mencapai rekor tertinggi. Dari total 81.000 pendaftar yang masuk, hanya 2.000 mahasiswa terbaik yang berhasil lolos seleksi ketat. Lonjakan ini tidak hanya terlihat dari jumlah individu, tetapi juga dari sebaran institusi pendidikan yang berpartisipasi.

Indikator Pertumbuhan Periode Sebelumnya Tahun 2026
Jumlah Pendaftar (Meningkat Signifikan) > 81.000 Mahasiswa
Jumlah Peserta Terpilih - 2.000 Mahasiswa
Partisipasi Perguruan Tinggi ~ 500 Kampus ~ 2.000 Kampus

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel M, menegaskan bahwa misi utama GSA 2026 adalah mendorong adopsi teknologi digital dan AI secara bijak. "Mahasiswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab," ujar Muriel di sela-sela acara pelantikan.

AI untuk Berpikir, bukan Sekadar Jawaban

Isu mengenai penggunaan AI di kalangan akademisi menjadi sorotan utama. Farhan, seorang Education Influencer sekaligus Friends of Google (FrOG), mencermati adanya kecenderungan mahasiswa menggunakan AI hanya untuk solusi instan. Menurutnya, paradigma tersebut harus diubah.

“AI seharusnya digunakan untuk memperdalam pemahaman, bukan sekadar mencari jawaban,” tegas Farhan. Ia menilai AI memiliki potensi besar untuk mendukung proses berpikir kritis jika digunakan sebagai mitra diskusi, bukan pengganti tugas.

Senada dengan hal tersebut, Septia Ratnasari, salah satu GSA 2026 yang baru dilantik, membagikan pengalamannya dalam mengintegrasikan AI untuk produktivitas harian. Bagi Septia, AI sangat membantu dalam mengatur jadwal yang padat dan mendukung efisiensi aktivitas akademik.

Dampak Nyata bagi Lingkungan Kampus

Sebagai perpanjangan tangan Google, para ambassador ini memikul tanggung jawab besar sebagai penggerak literasi digital. Mereka ditantang untuk mengembangkan proyek teknologi, baik secara mandiri maupun kolaboratif, yang mampu memberikan solusi nyata di kampus masing-masing.

Syahdika Kurnia Azhari, Top #1 Trailblazer GSA 2025, mengingatkan para penerusnya tentang pentingnya keberlanjutan program. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang ambassador diukur dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan oleh lingkungan sekitarnya melalui pemanfaatan teknologi.

Program tahunan ini membuktikan bahwa minat generasi muda Indonesia terhadap keterampilan digital masa depan terus tumbuh pesat, memposisikan mahasiswa sebagai garda terdepan dalam transformasi digital nasional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya