Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENULIS muda Nadhifa Allya Tsana, yang lebih populer dengan nama pena Rintik Sedu, memberikan pandangan optimistis terhadap peran teknologi digital dalam dunia literasi. Menurutnya, kehadiran media sosial saat ini justru menjadi katalisator yang mendekatkan budaya membaca dan menulis kepada generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Nadhifa usai menghadiri kegiatan wisata buku (tour book) di Makassar, Minggu (19/4). Ia menilai bahwa perkembangan platform digital telah mendobrak hambatan akses terhadap bacaan dan ruang diskusi yang sebelumnya terasa terbatas.
"Saya melihat literasi ini semakin dekat dengan anak-anak muda, dan media sosial lebih mendekatkan mereka," ujar penulis kelahiran 1998 tersebut.
Nadhifa menceritakan pengalamannya saat mulai aktif menulis di platform seperti Instagram. Kala itu, menemukan komunitas atau forum dengan minat bacaan yang serupa merupakan tantangan tersendiri. Namun, situasi tersebut kini telah berubah secara signifikan.
Media sosial kini berfungsi sebagai jembatan yang mempertemukan penulis dan pembaca dalam satu ekosistem. Fenomena ini memicu munculnya kembali gairah literasi, di mana karya sastra klasik maupun modern kembali diperbincangkan secara luas.
Ia mencontohkan bagaimana buku-buku yang pernah ia baca, seperti Luka hingga Ronggeng Dukuh Paruk, kini kembali populer di berbagai platform digital melalui ulasan (review) dan diskusi interaktif para pembaca muda.
| Aspek Literasi | Dampak Media Sosial |
|---|---|
| Aksesibilitas | Mempermudah akses terhadap bahan bacaan dan informasi buku terbaru. |
| Interaksi | Membuka ruang diskusi langsung antara penulis dan pembaca secara inklusif. |
| Komunitas | Mempertemukan individu dengan minat literasi yang sama tanpa sekat geografis. |
| Eksistensi Karya | Meningkatkan visibilitas karya sastra melalui ulasan dan konten kreatif. |
Lebih lanjut, Nadhifa menekankan bahwa meskipun teknologi menyediakan sarana, keberlanjutan budaya literasi tetap bergantung pada semangat kolaborasi. Ia mendorong agar para pembaca dan penulis tidak bergerak sendiri-sendiri, melainkan saling berbagi perspektif.
"Sesama pembaca dan penulis itu harus sama-sama dalam kolaborasi dan tidak boleh disimpan," tegasnya.
Melalui tren positif ini, Nadhifa berharap budaya literasi di Indonesia dapat tumbuh semakin kuat dan inklusif, seiring dengan adaptasi generasi muda terhadap kemajuan teknologi digital yang terus berkembang. (Ant/Z-1)
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Profil Pandji Pragiwaksono, komika Indonesia dan pendiri Stand Up Indo. Simak perjalanan karier, karya, dan kiprahnya di dunia stand up comedy.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved