Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Norwegia berencana melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial (medsos) dengan mengajukan rancangan undang-undang (RUU) ke parlemen pada akhir 2026. Kebijakan ini akan menempatkan tanggung jawab verifikasi usia pada perusahaan teknologi.
Perdana Menteri Jonas Gahr Støre menyatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk melindungi masa kanak-kanak dari dominasi algoritma dan penggunaan layar digital yang berlebihan.
“Kami ingin masa kanak-kanak tetap menjadi masa bagi anak-anak untuk bermain, membangun pertemanan, dan menjalani kehidupan sehari-hari tanpa didominasi oleh layar,” ujar Støre dalam pernyataan resminya seperti dilansir CNA, Jumat (24/4).
Meski demikian, pemerintah belum merinci platform media sosial mana saja yang akan terdampak kebijakan ini.
Langkah Norwegia ini mengikuti tren sejumlah negara di Eropa yang mulai memperketat penggunaan media sosial oleh anak-anak. Sebelumnya, Australia menjadi negara pertama yang menerapkan larangan serupa bagi pengguna di bawah usia 16 tahun pada Desember lalu.
Dalam kebijakan Australia, sejumlah platform besar seperti Instagram, Facebook, TikTok, Snapchat, YouTube, serta X termasuk dalam cakupan larangan.
Pemerintah Norwegia berharap regulasi ini dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak sekaligus mendorong perusahaan teknologi untuk lebih bertanggung jawab dalam melindungi pengguna muda. (B-3)
Studi terbaru Pew Research Center mengungkap alasan di balik penggunaan media sosial oleh remaja. Dari hiburan di TikTok hingga koneksi di Snapchat, simak dampaknya.
Informasi tidak lagi hanya diproduksi oleh jurnalis, tetapi juga oleh influencer yang mengemas isu publik menjadi konten singkat, cepat, dan menarik perhatian.
Penulis Nadhifa Allya Tsana (Rintik Sedu) menilai media sosial kini menjadi platform efektif untuk mendekatkan budaya literasi kepada generasi muda.
KPAI mengapresiasi langkah Meta yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggara Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya menjadi korban deepfake AI yang membuatnya mahir pidato bahasa arab hingga bernyanyi merdu. Simak peringatannya soal bahaya hoaks!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved