Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MARKAS Besar TNI-AD langsung menggelar investigasi terkait insiden jatuhnya helikopter Mi-17 di sekitar Kawasan Industri Kendal (KIK), Kendal, Jawa Tengah. Insiden itu menyebabkan 4 prajurit gugur dan 5 lainnya menderita luka serius.
Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigjen Nefra Firdaus mengatakan musibah jatuhnya heli dengan nomor registrasi HA 5141 diketahui sekitar pukul 13.40 WIB, kemarin. “Penyebab jatuhnya helikopter Mi-17 TNIAD masih dalam proses investigasi,” ujar Nefra.
Menurutnya, heli yang dinyatakan laik terbang membawa sembilan kru untuk melaksanakan misi latihan di Pusat Pendidikan Penerbang TNI-AD, Semarang, Jawa Tengah. Latihan itu merupakan bagian dari program pendidikan calon perwira penerbang.
“Selain itu, misi latihan terbang endurance pertama (sebelum misi ke-2) juga berjalan dengan aman. Sekitar pukul 12.35, helikopter ini melaksanakan misi latihan terbang endurance kedua dengan materi terbang tactical manuver.”
Setelah jatuh, terang Nefra, helikopter Mi-17 itu terbakar dan menyebabkan 4 kru meninggal dunia dan 5 lainnya luka-luka. Korban luka-luka sudah evakuasi ke rumah sakit terdekat.
Korban meninggal ialah Kapten Cpn Kadek, Kapten Cpn Fredi, Kapten Cpn Y Hendro, dan Lettu Cpn Wisnu. Sementara itu, prajurit yang menderita luka serius ialah Lettu Cpn Vira Yudha, Praka Nanang, Praka Rofiq, Praka Supriyanto, dan Praka Andi.
Sejumlah saksi mata mengaku melihat helikopter sempat berputarputar di udara. Armada canggih itu kemudian jatuh menukik dan menimbulkan suara benturan cukup keras disertai percikan api. “Saya kira helikopter itu akan mendarat, tetapi ternyata jatuh. Saya mencoba lari mendekat,” kata Radikjaya Sarwono, pengawas proyek yang kebetulan di lokasi perkara.
Terlihat para petugas datang dan berusaha memadamkan api. Setelah api padam para penumpang yang luka dan meninggal dibawa menggunakan ambulans ke RS Darul Istiqomah Kaliwungu, Kabupaten Kendal.
Johana Satiya Putra, saksi lain, menuturkan ada tiga orang yang melompat keluar untuk menyelamatkan diri. Itu terjadi beberapa detik sebelum helikopter yang mengeluarkan asap jatuh dan meledak.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kemarin, musibah tersebut menjadi tontonan puluhan orang. Api dan kepulan asap yang membubung
tinggi cukup menarik perhatian para pengendara yang melintas di Jalan Lingkar Kaliwungu.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Lutfi mengaku bergegas ke lokasi bersama sejumlah anggota untuk melakukan penanganan dan investigasi. (Cah/AS/Ykb/J-3)
Serangan terhadap personel yang menjalankan mandat tersebut dinilai bertentangan dengan ketentuan internasional yang berlaku.
zat kimia yang digunakan empat oknum prajurit TNI untuk menyerang Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yakni campuran air aki bekas dan pembersih karat
Awalnya, hakim bertanya soal Edi yang disebut juga terkena cairan saat menyiram Andrie Yunus. Kemudian, saat hakim menanyakan mana Terdakwa I, Edi tampak melamun.
Empat personel TNI didakwa melakukan penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Motifnya demi memberi efek jera karena dinilai melecehkan institusi.
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terungkap di sidang. Oditur menyebut motif dendam terkait isu revisi UU TNI dan narasi antimiliterisme.
Pihaknya telah melakukan serangkaian langkah sejak pertengahan Maret untuk mendalami kasus tersebut.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved