Stok Beras 4,9 Juta Ton, Amran Sebut El Nino bukan Ancaman

Naufal Zuhdi
20/4/2026 11:41
Stok Beras 4,9 Juta Ton, Amran Sebut El Nino bukan Ancaman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman(MI/Naufal Zuhdi)

Di tengah dinamika global yang diwarnai berbagai tantangan, termasuk potensi krisis pangan, Indonesia menunjukkan kesiapan yang semakin kuat. Ketahanan pangan nasional terus diperkuat sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tiga tekanan besar, yakni krisis pangan, energi, dan air. Meski demikian, Indonesia dinilai berada dalam posisi yang lebih siap, khususnya dalam menghadapi potensi dampak El Nino.

"Sekarang kondisi global, kondisi dunia saat ini ada tiga krisis yang dihadapi dunia. Krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Tiga ini harus mendapatkan solusi secepatnya," ucap Amran dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (20/4).

Dalam konteks pangan, pemerintah mencatat capaian signifikan pada stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Stok yang dikelola Perum Bulog kini telah mencapai 4,9 juta ton dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.

"(Terkait) pangan, alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, hari ini stok cadangan beras kita tertinggi sepanjang Republik Indonesia. 4,9 juta ton dan Insya Allah hari Kamis nanti sudah 5 juta ton," tambahnya.

Kokohnya stok CBP yang dikelola Perum Bulog tersebut juga disebut Amran sebagai persiapan menghadapi kemungkinan El Nino. Indonesia, kata Amran, sudah berpengalaman menghadapi El Nino dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"El Nino kita sudah hitung. El Nino sekarang ada Godzilla, itu (kemungkinan) 6 bulan. Kita sudah pengalaman, sudah dua kali El Nino. (Tahun) 2015, 2023, 2024. (Sekarang) kita sudah siapkan lebih awal. Jadi insya Allah aman," kata Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman.

Dalam catatan Bapanas, stok CBP saat ini yang sudah tembus 4,9 juta ton mengalami pelejitan eksponensial hingga 221,7% jika dibandingkan persiapan puncak El Nino sebelumya. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak El Nino pada tahun 2023 terjadi pada Oktober sampai Desember. 

Kala itu, stok CBP Indonesia berada di angka 1,52 juta ton pada September 2023. Dengan peningkatan hingga 221,7% terhadap stok CBP saat ini menandakan kesiapan pemerintah untuk menyokong masyarakat apabila benar-benar terjadi fluktuasi sebagai imbas El Nino.

"Hari ini stok CBP kita 4,9 juta ton. Siapa pun yang ragu dengan data ini, silakan cek ke gudang Bulog. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami sampaikan hari ini stok CBP kita 4,9 juta ton. Insya Allah minggu depan, paling lambat Kamis atau Jumat, sudah 5 juta ton dan jadi yang tertinggi selama Republik Indonesia berdiri," bebernya.

Pencapaian ini juga berkat peningkatan produksi beras dalam negeri, sehingga mulai 2025, Indonesia telah menyetop impor beras. Torehan penghentian impor beras tersebut juga dapat dilihat pada laporan Rice Outlook April 2026 yang disusun oleh United States Department of Agriculture (USDA).

Sebagaimana laporan USDA, Indonesia mengalami perubahan tahunan (annual changes) impor beras pada 2025 yang paling signifikan dibandingkan 79 negara lainnya. Indonesia disebutkan mencatatkan minus 3,8 juta ton untuk impor beras pada 2025 dibandingkan impor beras di tahun sebelumnya.

"Pangan kita, alhamdulillah aman. Indonesia sudah swasembada beras. Kemudian protein juga kita swasembada. Ayam telur kita sudah ekspor," pungkas Amran. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya