Potensi Kemarau Panjang, BPBD Indramayu Minta Warga Mulai Berhemat Air Bersih

Nurul Hidayah    
28/4/2026 00:00
Potensi Kemarau Panjang, BPBD Indramayu Minta Warga Mulai Berhemat Air Bersih
Penampungan air hujan di rumah Lilis di Kelurahan Margadadi, Indramayu.(MI/Nurul Hidayah)

KABUPATEN Indramayu diprakiran memasuki musim kemarau mulai akhir April 2026 ini. Warga pun diminta untuk mulai berhemat air bersih. Adapun puncak kemarau di Kabupaten Indramayu diprakirakan terjadi September 2026. 

“Berdasarkan informasi dari BMKG, Kabupaten Indramayu diprakirakan memasuki musim kemarau akhir April ini,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dadang Oce Iskandar, Senin (27/4). 

Untuk musim kemarau tahun ini juga diprakirakan akan mengalami kemarau yang cukup panjang. 

“Akibat fenomena El Nino menyebabkan musim kemarau tahun ini lebih panjang. Kondisi ini rentan menimbulkan kekeringan hingga kebakaran lahan,” tutur Oce.

Untuk itu, lanjut Oce, masyarakat diminta untuk bersiap menghadapi terjadinya kemarau panjang. 

“Lebih bijak dalam penggunaan air bersih,” tutur Oce. 

Masyarakat pun diminta untuk menyiapkan penampungan air di rumah serta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan yang dapat memicu terjadinya kebakaran. 

“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, lembaga, relawan hingga masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya siaga bencana, meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan terhadap potensi bencana di sekitar kita,” tutur Oce. 

Dengan kesadaran dan kesiapan seluruh elemen terhadap potensi terjadinya bencana Kabupaten Indramayu diharapkan mampu menjadi daerah yang tangguh menghadapi  berbagai risiko bencana. 

Sementara itu, Lilis Sri, warga Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, menjelaskan selama ini ia rutin menampung air hujan yang turun. 

“Terakhir hujan sekitar 6 hari yang lalu saya nampung air hujan,” jelasnya Lilis. 

Saat itu ia berhasil mengumpulkan 2 tong besar, 5 ember dan 4 galon air. “Semua ditutup. Jadi tidak menjadi sarang nyamuk."

Air hujan yang ditampung digunakan untuk menyiram tanaman. “Sekarang sudah habis 4 ember. Sudah lama ga nampung karena hujannya juga ga turun lagi,” tutur Lilis. 

Lilis juga mengaku, di rumah ia menggunakan air dari PDAM. Namun di musim kemarau, aliran air seringkali terhambat. 

“Jadi memang harus pintar-pintar menyimpan dan menggunakan air bersih dengan hemat. Hemat air, bayarnya juga lebih hemat,” tutur Lilis. (UL/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner