Pemprov Bengkulu Targetkan Produksi Gabah 10 Ribu Ton Lewat Cetak Sawah

Marliansyah
22/4/2026 21:04
Pemprov Bengkulu Targetkan Produksi Gabah 10 Ribu Ton Lewat Cetak Sawah
Pertanian di Bengkulu.(Dok. MI)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.

Potensi peningkatan produksi padi mencapai sekitar 10 ribu ton GKG per tahun dan akan berdampak besar bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita di Bengkulu, mengatakan, program cetak sawah ini menjadi salah satu strategi utama Pemprov Bengkulu, dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani di daerah.

"Program cetak sawah yang dijalankan Pemprov mulai menunjukkan progres signifikan pada 2026," katanya 

Sejumlah lahan yang dibuka sejak 2025 lalu, lanjut dia, kini telah memasuki fase tanam hingga panen.

Data  mencatat, total luasan cetak sawah rakyat (CSR) pada 2025 mencapai 925,57 hektare yang tersebar di tiga kabupaten. Rinciannya, Kabupaten Bengkulu Utara seluas 271 hektare, Rejang Lebong 604,27 hektare, dan Seluma 50,30 hektare dan sebagian lahan sudah mulai ditanami bahkan dipanen.

“Dari total rencana sekitar 925,57 hektare, saat ini sudah ada yang berhasil ditanami, bahkan sebagian sudah mulai panen. Ini menjadi indikator bahwa program berjalan sesuai target," imbuhnya.

Di Kabupaten Bengkulu Utara, program tersebut telah ditanami padi di lahan seluas 20 hektare, Kabupaten Seluma,  mencapai 50 hektare, dan Rejang Lebong sekitar 16 hektare dan sisanya masih dalam tahap pembukaan serta pengolahan lahan.

Saat ini, belum seluruhnya masuk tahap tanam, karena sebagian masih dalam proses pembukaan dan pengolahan lahan namun progresnya terus bergerak. Meski progres berjalan, sejumlah kendala teknis masih dihadapi, terutama terkait infrastruktur irigasi.

Salah satu hambatan terdapat di kawasan Tanjung Gelang, Rejang Lebong, yang masih menunggu pembangunan sistem pipanisasi. Selain itu, pengembangan juga mulai diarahkan ke wilayah terluar seperti Pulau Enggano, di Kabupaten Bengkulu Utara.

Pemerintah telah mendistribusikan alat berat untuk mendukung pembukaan lahan baru oleh kelompok tani. Selanjutnya, Pemprov menargetkan perluasan cetak sawah di kawasan Banjarsari, Enggano, hingga 600 hektare dengan dukungan pemerintah pusat. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya