Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGANTISIPASI dampak kemarau panjang yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bersama 35 pemerintah kabupaten/kota telah menyiagakan langkah mitigasi strategis. Sebanyak 123 juta liter air bersih disiapkan untuk distribusi darurat, sementara 1.137 embung dioptimalkan guna menjaga keberlangsungan sektor pertanian.
Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (18/4), kondisi cuaca di Jawa Tengah mulai menunjukkan transisi menuju musim kemarau 2026. Intensitas hujan dan cuaca ekstrem dilaporkan terus berkurang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca secara umum akan cerah berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah.
"Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 18-34 derajat Celcius dengan kelembaban udara 55-95 persen," jelas Arif, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sabtu (18/4).
BMKG memprediksi kemarau panjang akan mulai berlangsung pada Mei mendatang. Kondisi ini meningkatkan risiko kelangkaan air, baik untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun irigasi lahan pertanian di berbagai titik rawan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyatakan bahwa langkah mitigasi telah disusun untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung selama 5 hingga 6 bulan. Fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar air bersih bagi warga.
"Hasil pemetaan menunjukkan ada tujuh daerah yang mendapatkan perhatian serius karena sangat rawan kekeringan, yaitu Grobogan, Blora, Rembang, Sragen, Klaten, Wonogiri, dan Pemalang," tegas Bergas.
Selain kebutuhan domestik, ancaman kekeringan juga membayangi sektor pertanian yang krusial bagi stabilitas pangan daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, mengungkapkan bahwa fenomena iklim seperti El Nino dapat mengancam produktivitas lahan di wilayah seperti Blora, Rembang, Jepara, dan Wonogiri.
"Kami telah berkoordinasi untuk menata ulang saluran irigasi dan menyiapkan pompa air sebagai langkah antisipasi sedini mungkin," ujar Defrancisco.
Sejalan dengan itu, Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memastikan infrastruktur air akan dimaksimalkan. Selain bendungan utama, terdapat 1.137 embung yang tersebar di seluruh kabupaten/kota yang akan menjadi tumpuan sumber air baku dan irigasi.
"Ada 1.137 embung di Jawa Tengah yang akan kita maksimalkan fungsinya untuk memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau ini," pungkas Henggar. (H-3)
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Kemarau panjang di daerah di Jawa Tengah yang diperkirakan mulai berlangsung pada Mei mendatang, berpotensi menyebabkan kekeningan.
Selain itu, BPBD juga akan membangun tiga sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved