Jawa Tengah Siapkan 123 Juta Liter Air dan 1.137 Embung Hadapi Kemarau Panjang

Akhmad Safuan
18/4/2026 13:50
Jawa Tengah Siapkan 123 Juta Liter Air dan 1.137 Embung Hadapi Kemarau Panjang
Embung Lodan Sarang di Kabupaten Rembang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air saat kemarau.(Dok. MI)

MENGANTISIPASI dampak kemarau panjang yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bersama 35 pemerintah kabupaten/kota telah menyiagakan langkah mitigasi strategis. Sebanyak 123 juta liter air bersih disiapkan untuk distribusi darurat, sementara 1.137 embung dioptimalkan guna menjaga keberlangsungan sektor pertanian.

Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (18/4), kondisi cuaca di Jawa Tengah mulai menunjukkan transisi menuju musim kemarau 2026. Intensitas hujan dan cuaca ekstrem dilaporkan terus berkurang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca secara umum akan cerah berawan, dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah.

"Angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 18-34 derajat Celcius dengan kelembaban udara 55-95 persen," jelas Arif, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Sabtu (18/4).

BMKG memprediksi kemarau panjang akan mulai berlangsung pada Mei mendatang. Kondisi ini meningkatkan risiko kelangkaan air, baik untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun irigasi lahan pertanian di berbagai titik rawan.

Mitigasi dan Distribusi Air Bersih

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyatakan bahwa langkah mitigasi telah disusun untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung selama 5 hingga 6 bulan. Fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar air bersih bagi warga.

"Hasil pemetaan menunjukkan ada tujuh daerah yang mendapatkan perhatian serius karena sangat rawan kekeringan, yaitu Grobogan, Blora, Rembang, Sragen, Klaten, Wonogiri, dan Pemalang," tegas Bergas.

Ketahanan Pangan dan Optimalisasi Embung

Selain kebutuhan domestik, ancaman kekeringan juga membayangi sektor pertanian yang krusial bagi stabilitas pangan daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, mengungkapkan bahwa fenomena iklim seperti El Nino dapat mengancam produktivitas lahan di wilayah seperti Blora, Rembang, Jepara, dan Wonogiri.

"Kami telah berkoordinasi untuk menata ulang saluran irigasi dan menyiapkan pompa air sebagai langkah antisipasi sedini mungkin," ujar Defrancisco.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, memastikan infrastruktur air akan dimaksimalkan. Selain bendungan utama, terdapat 1.137 embung yang tersebar di seluruh kabupaten/kota yang akan menjadi tumpuan sumber air baku dan irigasi.

"Ada 1.137 embung di Jawa Tengah yang akan kita maksimalkan fungsinya untuk memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau ini," pungkas Henggar. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya