Pemprov Jawa Tengah Lakukan Pemetaan Titik Daerah Rawan Kekeringan

Akhmad Safuan
16/4/2026 17:57
Pemprov Jawa Tengah Lakukan Pemetaan Titik Daerah Rawan Kekeringan
Warga mengambil air dari sumur tua yang berada di kawasan Waduk Kedung Ombo, Miri, Sragen, Jawa Tengah, Senin (2/9/2024)(ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA)

HADAPI kemarau panjang sebagai dampak El Nino Godzilla, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk lakuhan antisipasi kekurangan air melalui pemetaan titik rawan kekeringan.

Pemantauan Media Indonesia Kamis (16/4) meskipun hujan ringan-sedang bahkan potensi cuaca ekstrem masih berlangsung di Jawa Tengah, namun ancaman keseringan menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan provinsi sebagai dampak adanya El Nino Godzilla yang terjadi di Indonesia.

Kemarau panjang di daerah di Jawa Tengah yang diperkirakan mulai berlangsung pada Mei mendatang, berpotensi terjadi kekeningan karena  diperkirakan lebih panas dibandingkan 2023 lalu yang berdampak kekurangan air, sehingga dilakukan antisipasi sedini mungkin dengan mitigasi bencana.

"Kita koordinasikan dengan pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk lakukan mitigasi dini dengan pemetaan titik rawan kekeringan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan.

Setelah dilakukan pemetaan titik rawan kekeringan tersebut, ungkap Bergas Catursasi Penanggungan, maka segera dapat diambil langkah penyediaan sarana dan prasarana sumber daya air, seperti penyediaan air bersih dan tandon air di wilayah yang kerap terdampak saat musim kemarau.

Dampak El Nino tahun ini diperkirakan lebih panas dibandingkan 2023, menurut Bergas, maka sejumlah langkah antisipasi mulai dimatangkan untuk menghadapi potensi gelombang panas 'godzilla' tersebut, apalagi diprediksikan kemarau panjang hingga 5-6 bulan lamanya.

Fenomena El Nino Godzilla ini bergerak dari Indonesia timur membawa masa udara kering, lanjut Bergas , kemudian ke wilayah tengah, baru ke barat, sehingga wilayah timur akan lebih dulu terdampak baru kemudian mengarah ke daerah di bagian barat.

Sejumlah daerah di Jawa Tengah, demikian Bergas Catursasi Penanggungan, menjadi perhatian khusus karena kerap mengalami keterbatasan suplai air bersih saat kemarau panjang seperti Klaten, Sragen, Grobogan, Blora, dan Rembang. "Saat ini Jawa Tengah masih masa transisi dan masih turun hujan sedang-lebat hingga terjadi bencana hidrometeorologi," imbuhnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya