Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AANCAMAN kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi wilayah lereng Lawu, bersamaan bergulirnya musim kemarau tahun ini yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bakal lebih lama dan kering. Hampir setiap musim kemarau, selalu ada bagian hutan Lawu yang terbakar.
Karena itu, menghadapi fenomena alam El Nino yang diperkirakan lebih kering dan akan mencapai puncak pada pertengahan ini, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, melakukan kesiagaan tinggi, seperti menyiapkan relawan peduli api, guna mencegah karhutla di kawasan Lawu.
"Kami telah berkoordinasi dengan Perhutani, polisi kehutanan serta mendorong relawan peduli api agar meningkatkan kewaspadaan, menghadapi musim kemarau yang lebih kering yang disebut sebagai fenomena El Nino Godzilla. Hutan Lawu setiap musim kemarau, sering muncul kebakaran," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno ketika dikonfirmasi, Jumat ( 24/4/2026).
Menurut dia, masyarakat peduli api ( MPA ) akan menjadi garda terdepan dalam mencegah kebakaran hutan di kawasan Gunung Lawu. Keberadaan para relawan ini menjadi perpanjangan tangan BPBD Karanganyar untuk menyosialisasikan pencegahan karhutla, baik kepada masyarakat sekitar hutan maupun para pendaki.
Edukasi yang diberikan meliputi cara beraktivitas yang aman di kawasan hutan Lawu, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan api benar-benar padam usai digunakan.
Data yang diperoleh Media Indonesia dari KPH Lawu selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan, kebakaran hutan selalu muncul ketika kemarau menggantang lingkungan hutan. Paling parah pada 2018 saat terjadi kebakaran yang menghanguskan ratusan hektar, yakni Petak 63-64 Cemoro Kandang.
Kalakhar BPBD Karanganyar menyebutkan faktor penyebab kebakaran Lawu, paling banyak disebabkan oleh ulah manusia, bahkan mencapak 90 persen. Seperti puntung rokok dari pendaki buang sembarangan di sabana kering.
"Juga api unggun dari kemping lia. Ketika bara api tidak dimatikan sempurna dan tertiup angin yang menjado penyukut kebakaran, lalu pembukaan lahan, aktivitas ilegal pemburu yang bikin api untuk menghalau hewan. Selebihnya, yakni 10 % kebakaran disebabkan faktor alam," kata dia.
Ia memberikan ilustrasi, sewaktu kemarau panjang dan angin bertiup kencang, dan memunculkan kebakaran tahun 2023, yang mana api cepar merembet ke petak lain. Lalu lereng curam saat muncul api, yang membuat susah upaya pemadaman, itu menjadi bagian kebakaran karena faktor alam.
Hendro menegaskan, bahwa masyarakat perlu mewaspadai fenomena transisi dari La Nina menuju El Nino tahun ini, akan memicu kekeringan yang jauh lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari jejak kebakaran karhutla Lawu selama ini, risiko tinggi terjadi hutan Jenawi, Ngargoyoso, dan Tawangmangu. " Selalu menjadi titik pantauan utama karena memiliki area hutan yang luas dan rawan terbakar saat cuaca ekstrem," pungkas Hendro. (WJ)
BPBD menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga kesiapan distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
PERKUMPULAN Hijau, lembaga nonpemerintah peduli lingkungan di Jambi, mendesak supaya sumur-sumur bor Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BGRM) di sejumlah kabupaten di Jambi di evaluasi.
El Nino Godzilla picu panas ekstrem. Apakah virus campak ikut menguat? Simak penjelasan ilmiah lengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved