Hadapi El Nino, Riau Perkuat Desa Cegah Karhutla

Rudi Kurniawansyah
29/4/2026 13:08
Hadapi El Nino, Riau Perkuat Desa Cegah Karhutla
Ilustrasi(Dok BPBD Riau)

PREDIKSI siklus El Nino menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Fenomena tersebut diperkirakan membawa dampak kemarau panjang yang signifikan terhadap wilayah Riau.

Dengan begitu, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini. Menimbang, efek kemarau panjang dapat berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) jika tidak diantisipasi bersama.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Riau, M Firdaus, mengatakan bahwa kesiapan seluruh pihak sangat diperlukan untuk menghadapi kondisi tersebut. Ia menekankan bahwa langkah antisipatif harus dilakukan jauh sebelum dampak El Nino benar-benar dirasakan.

“Prediksi siklus El Nino yang diperkirakan akan membawa kemarau panjang, meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kita tentu harus siap menghadapinya,” kata Firdaus, Rabu (29/4).

Dijelaskannya, berbagai wilayah di Riau mempunyai tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan. Dengan jumlah desa dan kelurahan yang cukup besar, koordinasi harus dilakukan secara menyeluruh dan sistematis.

Ia menegaskan bahwa gerakan bersama menjadi kunci utama dalam menekan potensi karhutla. Semua pihak diharapkan dapat menyatukan langkah dan komitmen demi menghindari dampak yang lebih luas.

“Terlebih, Provinsi Riau memiliki sekitar 1.591 desa dan 268 kelurahan sedangkan El Nino diprediksi terjadi pada bulan April ini. Untuk itu, sudah seharusnya kita bergerak dari sekarang dalam menyatukan kesepakatan bersama agar bisa mencegah karhutla,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, langkah komitmen bersama dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.

Ia juga menambahkan, pentingnya pemerataan kewaspadaan di seluruh wilayah. Tidak hanya daerah rawan, tetapi seluruh desa harus memiliki tingkat kesiapan yang sama.

“Edukasi dan pencegahan dini harus diketahui ke setiap warga hingga pelosok desa. Maka kewaspadaan harus merata, untuk itulah nanti kita berkumpul melakukan rapat koordinasi desa pada tanggal 7 Mei mendatang,” ujarnya. 

Ia menerangkan, melalui rapat tersebut akan menjadi momentum penguatan sinergi bersama dan merumuskan langkah konkret pencegahan karhutla. Sehingga tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dijalankan di lapangan.

“Kita ciptakan komitmen bersama untuk mencegah karhutla. Jika kita bersatu, dari tingkat provinsi hingga desa yakinlah tantangan El Nino yang berat sekalipun akan mampu kita lalui,” pungkasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya