Cegah Karhutla, OMC Hujan Buatan Terus Dilakukan di Riau

Rudi Kurniawansyah
27/4/2026 21:42
Cegah Karhutla, OMC Hujan Buatan Terus Dilakukan di Riau
Petugas melakukan persiapan untuk melakukan modifikasi cuaca.(Dok.Istimewa)

Sebanyak dua pesawat melakukan kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di provinsi Riau. Kegiatan untuk membuat hujan buatan tersebut dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, kegiatan OMC terus dilaksanakan di Riau sebagai upaya membuat hujan buatan guna membasahi lahan di Riau untuk mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

“Saat ini masih ada dua pesawat yang melakukan kegiatan OMC di Riau. Keduanya merupakan pesawat dari BNPB,” katanya, Senin (27/4).

Pesawat pertama yang digunakan untuk kegiatan OMC di Riau yakni pesawat Cessna C208 PK-JVH dari BNPB. Pesawat ini melaksanakan OMC di Riau dengan total sortie 55 dan jumlah garam yang disemai sebanyak 55 ton.

“Kemudian pesawat kedua yakni pesawat THRUSH S2R-T34 PK-KHH juga dari BNPB. Pesawat ini sudah melakukan OMC di Riau dengan 17 sortie dan total garam yang disemai sebanyak 17 ton. Pelaksanaan OMC di Riau akan terus dilaksanakan di Riau ketika ada awan potensial. Baik itu siang ataupun malam hari,” ujarnya.

Kegiatan OMC terkini merupakan kegiatan tahap kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan serupa pada awal Februari lalu. “OMC difokuskan di daerah pesisir timur Riau. Yakni di wilayah Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan dan kota Dumai,” ujarnya. 

Kegiatan OMC juga sebagai antisipasi prediksi musim kemarau panjang yang akan melanda Provinsi Riau dampak el Nino. Dengan adanya OMC tersebut, diharapkan curah hujan masih akan tetap ada sehingga dapat membasahi lahan gambut dan juga mengisi embung-embung air yang ada.

“Dengan adanya OMC diharapkan curah hujan masih tetap ada, sehingga lahan-lahan basah terutama gambut yang mudah terbakar ketika kering,” pungkasnya.(E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya