Hadapi Super El Nino, Bupati Siak Komitmen Cegah Karhutla

Rudi Kurniawansyah
29/4/2026 05:41
Hadapi Super El Nino, Bupati Siak Komitmen Cegah Karhutla
Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral di Mapolda Riau, Senin (27/4/2026).(MI/Rudi Kurniawansyah)

BUPATI Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Siak dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman Super El Nino tahun 2026.

Penegasan itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral di Mapolda Riau, Senin (27/4), yang mengusung tema kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, pelaku usaha, dan masyarakat.

Ia mengatakan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan karhutla, guna menjaga kualitas udara di Provinsi Riau tetap bersih.

“Komitmen dan sinergi lintas sektoral sangat dibutuhkan. Ini bentuk pengabdian bersama untuk menjaga udara Riau tetap bersih,” ujarnya.

Dalam rakor tersebut, sebanyak 40 General Manager perusahaan di wilayah konsesi turut menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen pencegahan karhutla.

Kader Partai NasDem itu menjelaskan, upaya pencegahan diperkuat melalui dukungan data dan operasional, antara lain kerja sama dengan BMKG untuk penyediaan data cuaca secara real-time, serta kesiapan logistik oleh BPBD.

Selain itu, dukungan udara seperti water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga disiapkan.

Di sisi penegakan hukum, ia mengatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas aparat kepolisian terhadap pelaku pembakaran lahan, baik individu maupun korporasi.

Menurutnya, fokus utama penanganan karhutla di Kabupaten Siak adalah menjaga ekosistem gambut tetap basah melalui restorasi dan pengawasan ketat di kawasan rawan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak, termasuk peran aktif Masyarakat Peduli Api di tingkat desa dalam melakukan deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat.

Karena itu melalui kolaborasi yang kuat, upaya pencegahan karhutla dapat berjalan optimal sehingga wilayah Riau terbebas dari kabut asap selama musim kemarau

“Jika gambut terbakar, pemadaman di permukaan tidak cukup karena bara api bisa bertahan di dalam tanah. Karena itu, menjaga kelembapan gambut menjadi kunci,” pungkasnya.(RK/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya