Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau 2026. Meski demikian, berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih akan terjadi di sejumlah wilayah dalam sepekan ke depan, periode 24–30 April 2026.
BMKG mencatat, dalam beberapa hari terakhir hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di berbagai daerah. Bahkan, hujan lebat hingga sangat lebat terpantau di sejumlah wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, Aceh, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, hingga Jawa Barat.
Kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer, termasuk aktivitas gelombang ekuatorial seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial. Selain itu, sirkulasi siklonik di wilayah barat Sumatra hingga Jawa turut membentuk daerah pertemuan angin yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.
"Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam kondisi netral. Sementara itu, monsun Australia mulai menguat dan membawa massa udara kering, menandai awal peralihan menuju musim kemarau," ungkap BMKG.
Namun demikian, potensi hujan masih cukup signifikan akibat pengaruh dinamika atmosfer lainnya. Gelombang Kelvin dan Rossby diperkirakan tetap aktif di sejumlah wilayah, termasuk Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.
Untuk periode 24–26 April, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa daerah, antara lain Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Maluku, dan Papua.
Sementara itu, pada periode 27–30 April, hujan diprakirakan masih terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang, disertai potensi peningkatan menjadi hujan sedang hingga lebat di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai kilat, angin kencang, hingga genangan.
"Masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang," bebernya.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca yang cenderung terik pada siang hari dengan tetap menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari serta mencukupi kebutuhan cairan.
BMKG juga meminta masyarakat secara berkala memantau informasi cuaca BMKG terbaru melalui kanal resmi guna mengantisipasi dampak perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (H-3)
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman Kemarau Panjang 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jawa Barat akan dilanda kekeringan ekstrem pada tahun ini. Musim kemarau 2026 datang lebih awal.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BUPATI Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Siak dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman Super El Nino tahun 2026.
KABUPATEN Indramayu diprakiran memasuki musim kemarau mulai akhir April 2026 ini.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
KABUPATEN Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan siaga bencana dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi puncaknya terjadi pada pertengahan 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved