Panajam Paser Utara Nyatakan Siaga Bencana Antisipasi Bencana El Nino Tahun Ini

Ervan Masbanjar
23/4/2026 22:35
Panajam Paser Utara Nyatakan Siaga Bencana Antisipasi Bencana El Nino Tahun Ini
Siaga bencana antisipasi El Nino 2026(MI/Ervan Masbanjar)

KABUPATEN Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan siaga bencana dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi puncaknya terjadi pada pertengahan 2026. Puncak periode El Nino diperkirakan terjadi antara Juli-September 2026 mendatang. 

Untuk mengatasi potensi bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten PPU bersama TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat kesiapsiagaan di PPU hingga wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana akibat perubahan iklim dan El Nino itu, diawali dengan pelaksanaan apel gelar pasukan dan peralatan dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), Kamis (23/4) di halaman kantor bupati PPU yang diikuti ratusan personel lintas sektor, dipimpin Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait.

Wakil Bupati Abdul Waris Muin usai kegiatan menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak bisa ditunda, terlebih di tengah dinamika perubahan iklim global yang semakin nyata dirasakan. Perubahan iklim dan fenomena El Nino menjadi tantangan serius yang harus kita hadapi bersama. 

“Kesiapan personel dan peralatan harus benar-benar optimal agar mampu meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” sebutnya.

Pada kesempatan sama Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, melalui Wakapolres Kompol Awan Kurnianto, mengatakan, seluruh anggota Polri siap menjadi garda terdepan dalam mendukung penanggulangan bencana di wilayah PPU.

“Momentum HKBN ini menjadi pengingat bahwa kesiapan adalah kunci utama. Polres PPU siap bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim, termasuk dampak El Nino, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Ratusan personel lintas sektor bersama armada dan peralatan penanggulangan bencana saat ini, diturunkan sebagai langkah konkret dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim, khususnya potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih yang diperkirakan meningkat akibat fenomena El Nino.

Selain gelar pasukan, tambahnya, juga dilakukan pengecekan kesiapan dan peralatan yang ada, mulai dari kendaraan operasional, alat pemadam kebakaran hutan dan lahan, hingga perlengkapan evakuasi dan tanggap darurat lainnya.

“Apel ini menegaskan bahwa Kabupaten PPU tidak hanya siaga secara administratif, tetapi juga siap bertindak cepat dan terukur dalam menghadapi ancaman bencana di tengah tantangan perubahan iklim global,” pungkasnya. (EM/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya