Kabupaten Majalengka Bersiap Hadapi Musim Kemarau

Nurul Hidayah    
28/4/2026 18:15
Kabupaten Majalengka Bersiap Hadapi Musim Kemarau
Petugas BPBD Majalengka tengah membersihkan material longsor di Kecamatan Rajagaluh(MI/Nurul Hidayah)

KEJADIAN bencana hidrometeorologi di Kabupaten Majalengka mulai berkurang. Pemerintah setempat mulai mempersiapkan dan memetakan dampak di musim kemarau mendatang. 

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Majalengka, Wawan Suryawan, mengungkapkan hingga 24 April 2026, kejadian bencana di Kabupaten Majalengka mencapai 13 kejadian. 

“Dari jumlah tersebut bencana longsor 9 kejadian dan cuaca ekstrem 4 kejadian,” tutur Wawan, Selasa (28/4). 

Kejadian bencana tersebut menyebabkan 4 rumah warga rusak ringan, 2 rumah warga rusak berat dan satu rumah warga rusak sedang. Selain rumah, bencana hidrometeorologi juga berdampak pada sebuah satuan pendidikan dan sebuah fasilitas kesehatan. 

Dijelaskan Wawan, kejadian kebencanaan hingga akhir April ini menurun drastis dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Maret 2025, BPBD Kabupaten Majalengka mencatat telah terjadi 57 kejadian bencana yang terdiri dari 56 bencana alam, didominasi bencana longsor, dan satu bencana non alam. Bencana alam terdiri dari banjir sebanyak 3 kejadian, longsor 37 kejadian  dan cuaca ekstrem 16 kejadian. 

Akibat bencana alam, lanjut Wawan, menyebabkan seorang warga meninggal dunia, enam orang warga mengalami luka-luka dan warga yang mengungsi sebanyak 7 orang. Sedangkan untuk warga yang terdampak beragam bencana di Kabupaten Majalengka mencapai 1.103 orang. 

Selain warga, rumah mereka pun ada yang terdampak. Terdiri dari rumah yang rusak ringan sebanyak 71 bangunan, rumah yang rusak sedang sebanyak 54 bangunan dan rumah yang rusak berat sebanyak 9 bangunan.  “Sedangkan rumah yang sempat terendam banjir sebanyak 344 buah,” tutur Wawan. 

Pada kesempatan yang sama Wawan pun mengungkapkan saat ini BPBD Majalengka sedang memproses penetapan siaga darurat kekeringan. Sedangkan masa siaga bencana hidrometeorologi di Kabupaten Majalengka ditetapkan hingga 30 April 2026. 

Sementara itu BPBD Majalengka juga sudah memetakan daerah yang rawan kekeringan di musim kemarau. Daerah yang rawan kekeringan dan krisis air bersih tersebar di 98 desa dan kelurahan di 18 kecamatan di Kabupaten Majalengka. 

Wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan sebagian besar berada di dataran rendah bagian utara Majalengka. Namun beberapa wilayah dataran tinggi di bagian selatan juga masuk dalam kategori rawan kekeringan. BPBD Majalengka berencana segera berkoordinasi dengan TNI dan Polri. Langkah tersebut dilakukan untuk merumuskan strategi penanganan saat musim kemarau tiba. (UL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner