14 Kecamatan Berisiko Tinggi, BPBD Bandung Barat Mulai Antisipasi Krisis Air Sejak Dini

Depi Gunawan
21/4/2026 20:00
14 Kecamatan Berisiko Tinggi, BPBD Bandung Barat Mulai Antisipasi Krisis Air Sejak Dini
Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.(Antara)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.

Langkah itu diambil sebagai strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi mengatakan, pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran," kata Dedi, Selasa, (21/4).

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.

"Kita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak," ujarnya.

Di sektor pertanian, ia menyebutkan, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

"Penyesuaian pola tanam dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang. Ini untuk menghindari kerugian besar petani," tuturnya.

Disamping itu, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat saat musim kemarau ekstrem.

"Kami siagakan petugas dan peralatan untuk mengantisipasi karhutla. Koordinasi dengan dinas pemadam kebakaran dan Perhutani juga diperkuat untuk memastikan respons cepat jika terjadi kebakaran," jelasnya.

Berdasarkan pemetaan BPBD, sebanyak 14 kecamatan di Bandung Barat masuk kategori wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan. Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang. 

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Barat akan datang lebih cepat dengan curah hujan di bawah normal, sehingga meningkatkan potensi kekeringan di berbagai wilayah, termasuk Bandung Barat. (DG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner