Antisipasi El Nino Godzilla, Panajam Paser Utara Identifikasi Daerah Rawan Karhutla dan Kekeringan

Ervan Masbanjar
21/4/2026 19:43
Antisipasi El Nino Godzilla, Panajam Paser Utara Identifikasi Daerah Rawan Karhutla dan Kekeringan
Simulasi kesiapan personil dan peralatan BPBD PPU menghadapi bencana ketika El Nino(MI/Ervan Masbanjar)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, telah melakukan sejumlah upaya guna mengantisipasi terjadinya El Nino Godzilla. Salah satunya yakni melakukan identifikasi seluruh area yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, kepada Media Indonesia, Selasa (21/4) mengatakan, dalam rangka kesiapsiagaan dalam mengantisipasi terjadinya El Nino Godzilla pihaknya telah memantau dan mengidentifikasi seluruh area yang lokasinya rawan terjadi Karhutla dan kekeringan.

“Kami juga melakukan pengecekan personil dan peralatannya serta telah melakukan kegiatan simulasi dalam rangka kesiapan personil dan peralatan untuk menghadapi apabila terjadi bencana ketika El Nino tersebut,” tegasnya.

Selain itu, tambahnya, untuk menunjang tugas di lapangan, pihaknya juga memastikan baiknya jaringan komunikasi dengan desa dan kelurahan untuk mempercepat respon time penanganan lapangan.

“Kami tentu memastikan pula kesiapan seluruh potensi dan relawan yang ada,” tuturnya.

Kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, lanjut Nurlaila juga dilakukan baik melalui media sosial maupun secara langsung, harapannya masyarakat dapat mempersiapkan diri apabila terkena dampak dari fenomena alam El Nino Godzilla ini. 

“Guna mengatasi kekeringan, kami juga telah menyampaikan agar masyarakat menyiapkan kantong-kantong serta penampungan guna menjaga ketersediaan air,” sebutnya.

BPBD PPU, tambahnya, telah membentuk satu tim siaga untuk melaksanakan kegiatan patroli dan pencegahan dini, Bahkan mendorong pemerintah dalam menetapkan status siaga darurat bencana apabila ancaman bencana terjadi cukup besar.

Menurutnya, dampak dari fenomena El Nino, paling tidak ada dua pertama adalah terjadi bencana Karhutla dan kedua bencana kekeringan atau kekurangan air bersih dan dan akan berdampak pada gagal panen juga.

“Nah saat ini yang paling penting tindakan mitigasinya terutama masifkan penyebaran informasi dan sosialisasi ke desa kelurahan wilayah administratif paling bawah pada warga masyarakat, terkait prediksi El Nino dan dampaknya,” ungkap Nurlaila.

Ia mencontohkan, untuk wilayah paling rawan kekeringan di PPU berada  di wilayah Dusun 3, pada Kecamatan Babulu yaitu Desa Gunung Intan, Desa Sumber Sari, Sedangkan di Kecamatan Sepaku yakni, Desa Karang Jinawi.

Sedangkan wilayah rawan Karhutla, tuturnya, berada di Kecamatan Penajam yakni, Desa Giripurwa, Kelurahan Petung, sebagian Kelurahan Nenang, Kelurahan Saloloang, untuk di kecamatan adalah wilayah Kelurahan Waru.

Dibeberkannya, berdasar prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada saat menggelar rapat koordinasi beberapa waktu lalu menyatakan, bahwa penurunan curah hujan akan start di awal Juni 2026 dimana terjadi fenomena hari tanpa hujannya lebih tinggi.

“Awal Juni 2026 depan, diprediksi curah hujan akan terjadi penurunan, dan akan mencapai puncaknya pada Agustus depan hingga September mendatang,” tukasnya

Pihaknya mengimbau agar masyarakat dan pihak desa kelurahan, bahwa masih ada waktu dua bulanan untuk membuat embung embung dan bungker bungker untuk menyimpan air, antisipasi kekeringan.

Sedangkan untuk warga yang melakukan pembukaan lahan apabila ada eskalasi peningkatan cuaca panas, maka mungkin pembatasan pembukaan lahan yang dilakukan oleh warga akan dilakukan pembatasan.  

“Bergambar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya setiap ada kegiatan pembersihan lahan atau pembukaan lahan harus dilaporkan ke RT, Babinsa dan Babinkamtibmas nya masing masing sehingga ada pendampingan atau penyekatan area,” pungkasnya. (EM/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya