Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul tren penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat.
Ia menjelaskan bahwa kondisi iklim global saat ini menunjukkan indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) di Samudra Pasifik dan Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia berada pada fase netral. Namun, ia mengingatkan adanya potensi perkembangan El Nino dengan intensitas lemah hingga moderat pada semester kedua tahun 2026.
Menurut Faisal, meski dampak El Nino kali ini diperkirakan tidak sekuat tahun 2015, 2019, dan 2023, risiko yang ditimbulkan tetap perlu diantisipasi, terutama karena bertepatan dengan musim kemarau 2026.
"Musim Kemarau dan El Nino itu dua fenomena yang terpisah. Yang kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau, fase El Nino-nya sedang aktif. Kondisi inilah yang terjadi pada tahun 2015, 2019, 2023, serta diprediksi mulai tahun 2026 ini. BMKG akan terus memantau agar prediksi ke depannya lebih akurat," kata Faisal dalam keterangannya, Sabtu (18/4).
Ia juga meluruskan pemahaman masyarakat mengenai musim kemarau. Menurutnya, kemarau tidak berarti tidak ada hujan sama sekali, melainkan kondisi ketika curah hujan berada di bawah ambang batas klimatologis.
Untuk wilayah Kalimantan Barat, BMKG memprakirakan penurunan curah hujan mulai terjadi sejak Mei, terutama di wilayah selatan garis khatulistiwa. Kondisi ini diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus hingga September, sebelum kembali meningkat pada Oktober.
Dalam upaya mitigasi, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan sejumlah kementerian/lembaga terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Di Kalimantan Barat, peluang pembentukan awan masih cukup tinggi, sehingga memungkinkan dilakukan penyemaian awan untuk meningkatkan curah hujan dan menjaga kelembapan lahan gambut.
"BMKG akan terus memonitor, memprediksi, mendiseminasikan data, dan berkolaborasi dalam pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca. Saat ini sinergi antarlembaga berjalan sangat baik dalam upaya penanganan karhutla," ujar Faisal.
BMKG mencatat, pelaksanaan OMC di berbagai wilayah telah memberikan hasil positif, seperti peningkatan curah hujan secara signifikan dan penurunan potensi titik panas di daerah rawan.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan karhutla. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah dan terus memperkuat langkah mitigasi.
"Seluruh komponen bangsa harus meningkatkan mitigasi dan kerja sama agar Karhutla dapat ditekan hingga seminimal mungkin, bahkan menuju zero Karhutla,” tegas Djamari.
Ia juga menginstruksikan pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, logistik, serta sistem komando lapangan. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam efektivitas penanganan di lapangan.
"Pemerintah berkomitmen untuk mengedepankan pencegahan, deteksi dini, serta respons cepat dalam menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti Kalimantan Barat," tuturnya. (H-3)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman Kemarau Panjang 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jawa Barat akan dilanda kekeringan ekstrem pada tahun ini. Musim kemarau 2026 datang lebih awal.
KABUPATEN Cianjur, Jawa Barat, ancang-ancang menghadapi potensi kemarau. Terutama kesiapan di sektor pertanian yang diprediksi bakal terdampak.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah segera melakukan pemetaan wilayah pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan.
Fenomena El Nino yang identik dengan musim kemarau panjang berpotensi memicu berbagai persoalan kesehatan, seperti meningkatnya kasus ISPA.
Panduan lengkap Godzilla El Nino, fenomena iklim ekstrem yang memicu anomali cuaca global. Pelajari dampak bagi Indonesia dan langkah mitigasinya.
Pakar UGM Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho memperingatkan ancaman Godzilla El Nino terhadap produksi padi dan jagung serta pentingnya mitigasi bagi petani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved