Mentan Dorong Kepala Daerah Petakan Lahan Rawan Kekeringan Jelang Musim Kemarau

Media Indonesia
07/4/2026 17:35
Mentan Dorong Kepala Daerah Petakan Lahan Rawan Kekeringan Jelang Musim Kemarau
Kondisi Waduk Perning yang mengering di Jatikalen, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (26/9/2025).(Antara)

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah segera melakukan pemetaan wilayah pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah ini dinilai krusial untuk menghadapi musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino, sekaligus menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.

Instruksi tersebut ditujukan kepada seluruh gubernur dan bupati di Indonesia agar mengidentifikasi daerah yang kerap terdampak kekeringan, serta menyiapkan sistem peringatan dini atau early warning system yang terintegrasi.

"Dalam rangka antisipasi musim kemarau yang terjadi pada tahun ini, Kementerian Pertanian menginstruksikan kepada seluruh gubernur dan bupati se-Indonesia agar melakukan mapping wilayah langganan kekeringan dan early warning system," kata Mentan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4).

Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar respons terhadap potensi kekeringan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat. Dengan perencanaan matang serta koordinasi lintas sektor di daerah, dampak terhadap produksi pertanian diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air irigasi. Upaya ini dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, penyediaan sumur dangkal dan dalam, hingga pemanfaatan sistem pompanisasi perpipaan dan irigasi perpompaan.

Strategi lain yang turut diperkuat meliputi percepatan masa tanam dengan penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, penyesuaian pola tanam yang adaptif, serta peningkatan sinergi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah juga menyiapkan berbagai alat dan mesin pertanian secara bertahap, seperti pompa air, traktor, hand sprayer, dan transplanter dalam jumlah besar.

Amran mengungkapkan bahwa sepanjang periode 2024 hingga 2025, pemerintah telah menyediakan sekitar 171.000 unit alat dan mesin pertanian guna memperkuat kesiapan petani dalam menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau.

Sementara itu, pada 2026 pemerintah menargetkan distribusi 37.000 unit infrastruktur air, mencakup irigasi perpompaan, perpipaan, konservasi, serta rehabilitasi jaringan tersier. Selain itu, akan ditambah sekitar 94.000 unit pompa air untuk mendukung produktivitas pertanian.

Sebelumnya, Mentan juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dalam menghadapi fenomena El Nino, sehingga mampu menjaga kestabilan produksi pangan melalui strategi adaptasi dan mitigasi yang terukur.

"(El Nino) Godzilla kan katanya kering enam bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman (di tahun) 2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino," kata Mentan ditemui di sela-sela meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4). (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya